31 August 2015

Low Budget Trip to Maldives - Day 5-6 (Last)

19 Agustus 2015, Pagi yang cerah dan matahari tampak sedikit samar-samar di balik awan (kenapa kemarin-kemarin tidak cerah seperti ini, hikz).. Kami bangun jam 6 pagi untuk bersih-bersih dan sarapan lebih pagi agar perut tidak terisi penuh saat naik speed boat.. Dikarenakan makan pagi baru dihidangkan pukul 7 pagi, maka jika ingin sarapan lebih awal, harus melakukan special request ke Staff penginapan.. Kami sudah menginformasikan ke Mr. Ali bahwa kami akan berangkat menggunakan speed boat jam 8 pagi dan mohon untuk dihidangkan sarapan jam stengah 7 pagi. Sarapan yang disediakan adalah 4 slices roti panggang, 2 telur mata sapi, 2 potong sosis dan segelas jus jeruk.. Selesai sarapan, kami sempat berfoto bersama Martin dan Santi (kalau tidak salah nama nya) dan juga Mr. Ali. 

Foto Bersama Martin, Santi, dan Mr. Ali

Martin dan Santi lebih dahulu check out jam 7.15 karena mereka harus ke Male sebagai destinasi honeymoon berikut nya setelah Maafushi Island dan mereka menggunakan Public Ferry yang berangkat dari terminal ferry pukul 7.30 pagi (lama perjalanan dari Maafushi Island ke Male City adalah 90 menit menggunakan public ferry).. Kami pun menunggu di kamar hingga pukul 7.45 sebelum berangkat ke ferry terminal..

Staff Ocean Vista mengangkut tas kami ke Terminal Ferry

Salah seorang staff Ocean Vista Guest House membantu kami untuk membawakan tas ke terminal ferry... Jalan nya benar-benar kayak kereta saja, cepat sekali.. Dia pun menemani kami di terminal ferry hingga speed boat kami datang, karena katanya dia akan bantu untuk mengangkat tas kami ke speed boat.. Benar-benar sudah seperti service hotel bintang 5 saja.. Karena keramahan nya, saya pun memberikan uang tips sebesar USD 10 kepada nya ketika speed boat datang dan staff tersebut mengangkat tas kami ke dalam speed boat.. Sayang saya lupa menanyakan nama nya... Lama perjalanan ke Ibrahim Nasir Airport dari Maafushi Island adalah 35 menit menggunakan speed boat.. Namun dikarenakan ada tamu yang mampir terlebih dahulu di Aadaran Resort dengan menggunakan speed boat yang sama, maka waktu tempuh telat 5 menit.. Namun tidak masalah mengingat pesawat kami masih jam 12.10..

Sesampai nya di airport, kami memutuskan untuk membeli Burger di Burger King yang berlokasi di luar terminal keberangkatan internasional untuk dibawa makan ke dalam pesawat.. Lumayan mahal juga untuk burger only seharga USD 7.. Kami memesan 2 Extra Long Chicken dan 1 BK Single BBQ Grilled Onion.. Selesai beli kami masuk dan siap-siap untuk check in.. Siap proses check in kami pun menuju ke dalam ruang tunggu.. Ternyata di ruang tunggu terminal juga ada Dome Restaurant, Burger King Restaurant, dan  Coffee Club Restaurant (tadinya kirain Coffee Bean, soalnya logo nya mirip-mirip).. Tau begitu beli nya di dalam saja, hehehe... 

Di ruang tunggu ini juga ada duty free, namun tidak ada yang menarik.. Kebanyakan produk-product yang dijual adalah product import dari Bangkok, Indonesia (kain sarung), dan bumbu-bumbu masak dari India.. Yang menarik minat saya di Duty Free ini adalah 1 photo frame seharga USD 23 yang saya pikir lumayan buat kenang-kenangan dari Maldives..

Saat tunggu pesawat datang perut sudah agak laper, mungkin kena angin di speed boat.. Jadi nya burger king yang tadi nya dibeli untuk dimakan di pesawat, kami putuskan untuk di makan saja, lol.. Untuk makanan di bawa ke dalam pesawat, kami pun akhirnya memutuskan untuk membeli di Coffee Club Restaurant, salah satu restoran franchise dari Australia.. Kami membeli 1 porsi tom yum seafood fried rice dan 1 porsi pad thai seafood untuk take away ke pesawat... Lagi-lagi nasi goreng, hehehe... Memang menu andalan di saat menu lain nya aneh-aneh dan tidak menarik.. 

Stengah 12 siang kami pun sudah di persilahkan boarding ke pesawat dan karena lelah kami pun tertidur dan sempat bangun jam 3.30 siang untuk makan lagi.. Sebagai tips, bawalah selalu botol minum jika travelling.. Bandara Internasional biasanya menyediakan tempat minum gratis di ruang tunggu dan kita bisa isi botol minum kita dengan air untuk dibawa ke pesawat.. Jelas penghematan sih bagi budget traveller.. Terkecuali bagi yang merasa kebersihan kurang, mungkin lebih memilih membeli mineral water di pesawat.. Jam 4.40 waktu Maldives atau sekitar jam 7.40 waktu Singapore, pesawat mendarat.. Kami pun bergegas menuju imigrasi untuk cap pasport dan kembali check in.. Namun ternyata belum dapat check in untuk pesawat besok pagi ke Jakarta dan disarankan untuk kembali jam 11 malam.. Kami pun menunggu hingga jam 11 malam dan check in kemudian segera masuk menuju transit area untuk mencari spot yang nyaman untuk tidur.. 

20 Agustus 2015, Kami berbersih diri dan kemudian sarapan di food court lantai 3 transit area.. Biaya untuk sarapan di food court ini untuk 3 mangkuk mie adalah SGD 16,5.. Kami juga ada membeli Subway 6" untuk dibawa ke Jakarta sebagai menu makan siang kami dan total pengeluaran untuk Subway adalah SGD 35.. Selesai beli kami menuju ruang tunggu dan tidak lama kemudian pesawat tiba dan kami dipersilahkan masuk ke pesawat.. Jam 9.15 pesawat kami mendarat di Jakarta.. Welcome home...

Tidak terasa perjalanan terasa singkat.. Baru serasa kemarin tiba disini, dan sudah harus kembali lagi ke tanah air, kembali ke realita... Walaupun cukup melelahkan, namun worthed bagi kami... Jika diberi umur panjang dan rejeki, kami pasti akan kembali ke Maldives..



Low Budget Trip to Maldives - Day 4

18 Agustus 2015, jam 4 pagi sempat terbangun karena suara ribut.. Ternyata hujan badai membuat pohon yang berada di teras kamar mengetuk-ngetuk kaca.. Dan saya pun melanjutkan tidur.. Ketika alarm berbunyi jam 6 pagi masih terdengar suara hujan yang deras.. Sempat pesimis apakah plan hari ini akan berantakan.. Kami pun berbegas bersih-bersih dan segera makan agar rentang waktu sarapan dengan naik speed boat tidak terlalu dekat (melihat pengalaman kemarin yang menyebabkan mual di speed boat).. Untung nya Tuhan memiliki rencana lain, jam 8.30 hujan reda dan tepat jam 8.45 kami menuju terminal ferry. Tepat jam 9 speed boat datang dan tamu lain nya sudah tiba di lokasi juga.. Bergegas kami buru-buru mengambil spot di paling belakang untuk duduk karena lebih nyaman dan luas.. Tamu yang sharing boat dengan kami ada 1 yang nampak seperti Heihachi Mishima dari game Tekken.. Gatal rasanya kalau tidak foto untuk mengabadikan, lol.. (namun tampakanya ketahuan kalau saya curi foto dia, hihihihi)...

Heihachi Mishima Wannabe

Lama perjalanan ke Anantara Resort adalah 10 menit, tidak lama jika dibandingkan dengan Fihalhohi Resort. Sebelumnya perlu saya informasikan bahwa Anantara yang kami kunjungi adalah Anantara Dhigu Resort & Spa. Ada beberapa Anantara lainnya yang di Maldives, yaitu Anantara Veli, Anantara Naladhu, dan Anantara Kihavah. Anantara Dhigu, Anantara Veli dan Anantara Naladhu masih dalam 1 area (ibarat nya seperti kompleks), dan untuk ke tiap-tiap lokasi resort perlu menggunakan kapal. Sedangkan Anantara Kihavah jauh dari lokasi.. Sama seperti resort yang kami kunjungi kemarin, ketika speed boat berlabuh, sudah ada staff yang menyambut kami dan membawa kami menuju ruang Lobby. Disini kami harus membayar Entrance Fee langsung sebesar USD 160.16 per orang.. (Fiuh cukup mahal... namun untungnya dari harga sekian yang kami bayarkan, kami mendapatkan voucher senilai USD 110 per orang yang dapat kami gunakan hanya untuk Food & Beverage)... Padahal sangat berharap untuk bisa digunakan water sport dan spa :p

Welcome to Anantara Dhigu Resort & Spa
Anantara Dhigu Map
Discover Anantara

Setelah mendapatkan map yang dibagikan oleh staff resort beserta karet gelang (untuk membedakan penghuni dan tamu), saya pun menanyakan perbedaan waktu antara Maafushi dengan resort disini serta fasilitas apa saja yang dapat kami gunakan. Untuk perbedaan waktu, tidak ada.. Sedangkan fasilitas yang dapat digunakan secara gratis adalah sepeda, perahu kayak, peralatan snorkling, kolam renang, tempat fitness, library, lapangan bola voli, dan lapangan badminton. Hmmm, cukup banyak memang dibandingkan dengan Fihalhohi Resort.. Sangat disayangkan kami tidak bawa baju untuk bermain air karena cuaca kurang mendukung.. Melihat air yang sangat jernih, kami hanya bisa gigit jari lol...

Seperti sudah ritual yang wajib, kami langsung bergegas menuju water bungalow untuk berfoto ria.. Namun serasa tersambar petir di siang bolong, ternyata water bungalow sedang dalam renovasi dan area ke water bungalow di tutup akses nya.. hikzzz nangis bombay... Kami pun pindah ke kolam renang nya dan area spa untuk berfoto ria...

Super Fun @ Anantara Dhigu Resort and Spa

Setelah cukup puas dengan berfoto ria, kami menuju restoran untuk makan siang.. Menu-menu di restoran Sea.Fire.Salt cukup mahal juga.. Karena ada kredit yang kami dapatkan dari pembayaran entrance fee, maka kami sesuaikan budget menjadi 2x untuk makan siang dan nongkrong di bar tepi kolam renang menjelang sore nya.. Menu yang disediakan di restoran ini cukup menarik perhatian, namun karena penyesuaian budget, kami hanya memesan beberapa menu makanan saja.. Sebagai informasi tambahan, restoran di sini menyajikan menu non halal... List menu makan siang yang tersedia di restoran ini dapat di cek disini..


Sea. Fire. Salt. Restaurant (Located at No. 7 at the Map)
Lunch at Sea.Fire.Salt Restaurant

Selesai makan siang kami menuju water sports center untuk bermain perahu kayak.. Berhubung kondisi ombak sudah makin kencang jadi nya peminjaman perahu kayak tidak dapat dilakukan... Akhirnya kami memutuskan untuk keliling melihat-lihat resort serta kemudian bersantai saja di tepi kolam renang sambil tiduran untuk menghabiskan waktu..


Happy Time @Anantara Dhigu Resort & Spa

Sambil bersantai di tepi kolam renang, kami pun menghabiskan sisa saldo kredit kami dengan memesan minuman di bar yang terletak di kolam renang.. Sebagai saran, sebaiknya pengeluaran di hitung dengan tepat supaya tidak lebih bayar nanti nya ketika akan keluar dari resort menuju Maafushi Island..


Segerrr......

Tepat jam menunjukkan pukul 5 sore, speed boat telah menjemput kami dan kami pun segera kembali menuju Maafushi Island.. Dikarenakan ini adalah hari terakhir kami di pulau ini dan kebetulan cuaca lebih bersahabat hari ini, kami pun memutuskan untuk eksplor keliling pulau ini dan penasaran dengan penjara yang ada di pulau ini..


Suasana Maafushi Island

Selesai berkeliling Maafushi Island, kami menyempatkan diri untuk booking speed boat untuk Airport Transfer besok pagi di White Shell Beach Inn.. Biaya per orang untuk Airport Transfer adalah USD 25 dan harga ini terbilang murah jika dibandingkan dengan penginapan lainnya yang menyediakan jasa yang sama dengan ada nya minimum person.. Sedangkan untuk Airport Transfer di penginapan yang satu ini tidak ada minimum person nya.. Masalah airport transfer done.. Matahari sudah mulai terbenam dan jam sudah menunjukkan pukul stengah 7 sore.. Kami pun menuju salah satu restoran yang menurut blog dan forum lain cukup terkenal, yaitu Sunset Cove Restaurant.. Penampakan restoran nya seh biasa saja dan kami tidak foto karena agak gelap.. cahaya di restoran ini remang-remang.. Namun cukup rame pengunjung yang makan disini.. Menu yang kami pilih simple dan sudah cukup familiar, yaitu Nasee Goreng dan Mee Goreng (begitu yang tertulis di buku menu)... Sempat terbesit pikiran untuk menanyakan dari mana asal nama menu nya, tapi akhirnya saya urungkan niat.. Selesai makan dan merogoh  kocek sebesar USD 14 untuk makan malam, kami pun segera kembali ke hotel untuk packing-packing check out keesokan hari..


Bersambung, Low Budget Trip to Maldives - Day 5-6 (Last).......

26 August 2015

Low Budget Trip to Maldives - Day 3

17 Agustus 2015, Selamat HUT Indonesia ke 70... Kami sudah bangun jam 7 pagi untuk mandi dan sarapan di penginapan terlebih dahulu sebelum berangkat ke Fihalhohi Resort. Sarapan pagi yang disediakan di penginapan tempat kami tinggal berupa roti tawar dengan selai stroberi, butter cream, roshi (sejenis kulit kebab tapi berukuran kecil), kentang kari, serta potongan sosis kecil yang di siapkan dalam bentuk buffet. Untuk pilihan minuman, susu hangat dapat di ambil sepuasnya, tetapi untuk tiap-tiap tamu yang siap sarapan di sajikan segelas jus jeruk (seperti nutrisari kalau diminum) dan sebotol mineral water. Selesai sarapan, kami pun kembali ke kamar untuk packing-packing pakaian ganti dan peralatan-peralatan foto non profesional, hehehehehe (tongsis, kamera underwater, dll).. Jam 8.35 pagi, Ali mengetuk pintu kamar dan kami pun siap berangkat ke terminal ferry. Kami juga diberikan 3 handuk untuk dipergunakan di pantai milik resort.

Sesampainya di terminal ferry, ternyata Ali kembali ke penginapan.. Hahahaha, kira nya dia ikut, tau nya tidak.. Kebetulan pagi itu pada speed boat yang kita tumpangi ada tamu lain dari Malaysia (dari logat melayu nya yang kental sekali), mereka sudah siap dengan peralatan snorkeling dan baju safety.. Setelah saya tanya-tanya, ternyata tujuan mereka adalah Biyadhoo resort... Memang reef Biyadhoo yang banyak di informasikan bagus sekali reef nya untuk snorkeling. Namun ada beberapa sumber di forum yang menginformasikan bahwa banyak reef di Biyadhoo mengalami kerusakan diakibatkan tsunami pada 2004 silam. Dan seperti yang kita ketahui terumbu karang sangat sulit recover dalam waktu singkat. Beberapa sumber juga mengatakan bahwa saat ini favorit para snorkel adalah di Banana Reef. Namun lokasi ini bukan merupakan resort sehingga menjadi opsi bagi yang benar-benar hanya ingin melihat keindahan karang. Namun jika ingin snorkeling sambil menikmati suasana resort, Biyadhoo bisa dijadikan tujuan yang tepat. Lokasi Resort Biyadhoo adalah 10 menit perjalanan dari Maafushi Island. Sedangkan Resort Fihalhohi adalah lebih jauh, 20 menit perjalanan dari Maafushi Island.

20 menit perjalanan terasa lama sekali dikarenakan cuaca pagi hari ini sangat tidak mendukung.. Langit gelap mendung dan tampak mau hujan.. Ombak sangat besar dan speed boat terasa di banting kanan kiri. Benar-benar serasa naik roller coaster saja.. Bikin perut mual sekali dan sempat hampir muntah.. Untung saja belum muntah udah sampai tujuan, hehehehe.... So siap sedia kantong plastik untuk berja-jaga tidak ada salah nya..


Here We Are, Fihalhohi Resort
Fihalhohi Resort Map

Untuk ukuran pulau, resort ini terbilang hampir sama luas dengan resort Pulau Putri di kepulauan Seribu. Tidak besar pulau nya.. Tapi suasana di resort ini beda sekali dengan resort Pulau Putri. Ambience dan sekitar nya sangat nyaman dan tenang.. Di sepanjang tepi pantai tiap depan kamar hotel nya terlihat kursi pantai yang berjejer.. Saya rasa dengan duduk 15 menit di kursi nya hampir dipastikan dapat membuat saya tertidur karena terhipnotis alunan ombak dan tiupan angin laut yang sejuk.. :p

Kami disambut oleh salah seorang staff yang memang sepertinya sudah di informasikan akan kedatangan kami.. Karena sebelum speed boat kami menepi di Jetty terminal, staff tersebut sudah berdiri menunggu kami disana.. Selesai menyambut kami, kami pun dibawa ke Bar Deck yang berlokasi di samping gedung reception. Disini kami dijelaskan mengenai entrance fee nya, dan ternyata memang untuk entrance fee tidak dapat di mark up oleh tour agent. Karena entrance fee dibayar di resort langsung ketika check-out. Untuk entrance fee ada 2 opsi, yaitu: USD 40 tanpa Buffet Lunch atau 74 USD dengan Buffet Lunch.. Harga ini sudah all in dengan GST dan Service Charge.. Berhubung kami sedikit bosan makan buffet, maka kami hanya mengambil paket entrance fee saja.. Rencana nya adalah kami ingin memesan makanan Ala Carte saja.. Tidak lupa kami juga menanyakan fasilitas apa saja yang dapat digunakan di resort ini, dan di informasikan bahwa kita dapat keliling ke seluruh area yang ada di pulau ini akan tetapi tidak di perkenankan masuk kedalam kamar hotel dan water bungalow villa. Serta ada restricted area (di gambarkan dengan jelas di map yang diberikan) jika kita ingin berenang. Handuk dan kamar mandi bebas di pergunakan jika ingin berenang di pantai..

Selesai Introduction, kami pun langsung beranjak ke water bungalow yang sudah menjadi trademark Maldives.. Sayang belum sampai ke area water bungalow, hujan tiba-tiba turun deras, sehingga kami terpaksa berteduh di Blue Lagoon Bar yang terletak di dekat water bungalow.. Cukup lama kami berteduh di sini, hampir 2 jam dan tidak ada aktifitas yang dapat dilakukan.. Sekitar jam 12.15 siang dan perut sudah lapar serta hujan sudah agak mengecil, kami pun akhirnya memutuskan untuk menggunakan handuk yang diberikan hotel untuk melindungi kepala agar tidak masuk angin menuju ke Palm Groove Restaurant... Sesampai nya di Palm Groove Restaurant, alangkah kagetnya kami bahwa ternyata restoran ini hanya menyediakan menu All You Can Eat alias Buffet Lunch.. Sedangkan untuk menu Ala Carte  terletak di Blue Lagoon Bar... What!!!! Apa???? Musti balik lagi??? Seingat kami ketika di Blue Lagoon Bar, kami sempat melihat buku menu, namun hanya minuman yang tersaji di buku menu tersebut.. Dan ada beberapa roti / kue yang terpajang di lemari es kaca.. Sempat agak bimbang untuk balik, namun akhirnya kuputuskan saya sendiri kesana sedangkan pacar saya dan adiknya menunggu di restoran ini.. Sesampainya di Blue Lagoon Bar, benar memang ternyata ada 2 buku menu yang sama persis, namun 1 nya adalah daftar menu makanan.. Namun makanan yang disajikan berupa salad, pizza, dan roti-roti an.. Akhirnya saya kembali serta memutuskan untuk upgrade package saja ke paket entrance fee + buffet lunch.. Namun pihak restoran menolak kami dan meminta untuk pengecekan ke Reception. Agak bingung di ping pong begitu, kami mengecek ke reception.. Ternyata alasan penolakan nya karena jam makan sudah mau selesai dan sebentar lagi restoran mau di rapikan (alias diangkat makanan nya).. Agak kaget dan saya menunjukkan brosur bahwa sekarang baru jam 12.35 dan restoran jam restoran tutup adalah jam 14.00.. Ternyata eh ternyata, jam di Fihalhohi lebih cepat 1 jam daripada Maafushi... Jam di Fihalhohi ternyata sudah menunjukkan waktu 13.35.. Setelah agak di desak dan staff di reception menelpon pihak manager nya, kami pun di upgrade package nya.. Namun kami hanya diberikan waktu 25 menit untuk makan.. Bergegas kami langsung makan siang karena takut keburu ditutup restoran nya :p Yang cukup membuat kami surprise ketika makan adalah kami menemukan Soto Ayam, ternyata makanan satu ini menjadi salah satu menu yang disajikan diantara makanan Belanda, Itali, Jerman, dan India. Rasa bangga sebagai Rakyat Indonesia bangkit seketika..


Soto Ayam (Indonesian Chicken Soup)


2 kesalahan kami yaitu:
  1. Kami tidak menanyakan lokasi restoran dengan jelas sehingga banyak habis waktu untuk bolak balik
  2. Selisih jam yang tidak kami perhitungkan cukup fatal..
Selesai makan dikarenakan masih hujan, maka kami memutuskan untuk menghabiskan waktu dengan fasilitas indoor sports yang disediakan (Bilyard, Fuzzball, dan Tenis Meja).. Setelah 1 jam bermain di indoor sports, hujan akhirnya reda dan kami pun bergegas menuju water bungalow... Sempat kepikiran untuk main air, namun diakibatkan habis hujan, air laut nya cukup dingin dan kami pun mengurungkan niat untuk bermain air.. Kebanyakan kami menghabiskan waktu dengan foto-foto saja..

Fihalhohi Resort Water Bungalow
Wefie @Fihalhohi Resort Water Bungalow
Smile @ Water Bungalow


Benar-benar tidak terasa waktu berjalan sangat cepat, waktu sudah hampir jam 5 sore dan speed boat akan segera menjemput kami.. Kami pun bergegas kembali menuju Arrival Jetty.. Tidak lama berselang speed boat pun datang dan kami kembali menuju Maafushi Island.. Untung nya selama perjalanan balik ombak nya sudah lebih tenang.. Btw jika ingin menikmati spa di Fihalhohi Resort, berikut list harga nya..


Sunset @ Maafushi Island
Sesampai nya di Maafushi Island,melihat ada sunset sedikit nongol di balik awan, kami pun memutuskan untuk mengambil beberapa foto di lokasi yang konon katanya bagus untuk di foto ketika matahari terbenam.. Lokasi tersebut adalah kursi dengan dahan kayu yang sudah rontok dengan posisi menghadap laut.. Lokasi nya persi di seberang penginapan tempat kami menginap.. Selesai foto, kami pun bergegas ke Kaani Beach Hotel untuk melakukan booking paket excursion untuk esok hari (setelah melakukan survey tentu nya sebelumnya).. Kami sudah memutuskan bahwa kami akan melakukan excursion ke Anantara Resort untuk esok hari. Sesampai nya di Kaani Beach Hotel, kami mengecek jadwal excursion besok dan kebetulan sekali ada 4 orang tamu yang juga sudah booking excursion ke Anantara Resort besok. Karena kami ber-3, maka kuota 7 orang terpenuhi dan kami mendapatkan harga termurah untuk transport nya, yaitu USD 10 per orang. Paket excursion Kaani Beach hotel dapat di cek disini.. Selesai booking, kami pun kembali ke hotel karena tiba-tiba angin menjadi kencang dan matahari sudah tak terlihat lagi tertutup awan gelap (luar biasa perubahan cuaca yang sangat cepat).. Karena cuaca yang tidak mendukung kami pun memutuskan untuk makan malam di hotel saja.. Tepat sekali keputusan kami memilih untuk makan di hotel, karena beberapa menit setelah kami sampai di hotel hujan turun deras sekali disertai badai yang cukup kencang (sebagai informasi, hujan badai ini berlangsung sampai ke esokan hari jam 8 pagi.. Kalau di Jakarta sih udah jamin 100% banjir, hehehe)... Untuk makan malam kami pun memesan 1 porsi nasi goreng seafood, 1 porsi Thai Lemon Fish, dan 1 loyang pizza seafood, dengan minum Jus jeruk, Jus lime, dan Jus apel hijau, total pengeluaran untuk makan malam di penginapan adalah sebesar USD 32.

Tamu Lain yang baru datang menginap di Ocean Vista


Dinner @ Ocean Vista Guest House

Pada saat dinner, nampak 2 orang tamu pasangan suami istri sedang bercakap-cakap dengan resepsionis. Sempat sih papasan dengan mereka, namun gk nyangka aja ternyata orang Indonesia juga. Itu pun kami tahu karena mereka yang menyapa kami karena pada saat makan kami berdiskusi untuk esok hari menggunakan bahasa Indonesia. Kami pun berkenalan dengan pasangan suami - istri ini (kalau tidak salah ingat, nama nya Martin dan Santi.. mohon maaf kalau salah yah.. :D)... Mereka kebetulan baru married tanggal 15 Agustus 2015 dan langsung berangkat ke Maldives tanggal 16 Agustus 2015 dan tiba di Maafushi baru tanggal 17 sore.. Setelah berbincang-bincang, tampak nya mereka shock dengan kondisi Maafushi Island yang penampakan nya tidak seperti image-image pada Mbah Google, malah lebih mirip pulau Harapan katanya.. Dan mereka juga kurang informasi harus jalan kemana.. Kami pun menawarkan untuk join kami saja ke Anantara Resort keesokan hari nya dan akhirnya mereka pun setuju. Segera mereka meminta kepada resepsionis guest house untuk menelpon Kaani Beach Hotel untuk booking paket 2 orang tambahan ke Anantara Resort.. Setelah confirm terdaftar (thanks berkat bantuan lagi-lagi dari Mr. Ali) dan berpamitan, kami pun kembali ke kamar masing-masing untuk istirahat mempersiapkan stamina untuk besok..

Bersambung, Low Budget Trip to Maldives - Day 4.......

23 August 2015

Low Budget Trip to Maldives - Day 2

16 Agustus 2015, Sekitar jam 2 atau 3 dini hari gitu ada petugas yang membangunkan kami.. Karena sudah mendapatkan informasi dari Internet bahwa biasanya ada petugas yang membangunkan, jadi kami tidak kaget atau panik.. Mereka hanya cek passport dan boarding pass kita saja kok, mungkin takut-takut ada imigran gelap yang menginap di bandara kali, hehehehehe... Karena sempat terbangun dan agak laper, akhirnya kami memutuskan mampir ke McDonald yang terletak di lantai 3 Terminal 2 transit area untuk menghangatkan diri dengan segelas milo hangat.. Setelah meneguk segelas milo hangat, kami melanjutkan istirahat kami.. Tepat jam 6 pagi alarm berbunyi... Bisa tidur walaupun tidak sampai lelap banget sih.. Memang kita merencanakan untuk lanjut tidur di pesawat saja, dikarenakan waktu tempuh Singapore ke Male, Maldives adalah 4 Jam 20 Menit..


Morning @Changi


Jam 6 pagi kami langsung sikat gigi dan cuci muka serta hunting sarapan pagi di Singapore.. Food Area yang agak oke menurut kami terletak di lantai 3 Terminal 2 transit area.. Selesai sarapan kami langsung menuju papan informasi dan mengecek Gate keberangkatan.. Sep, gate F56 sudah muncul di papan Informasi dan kami langsung menuju TKP untuk masuk ruang tunggu. Cukup surprise ternyata banyak turis dari Asia yang ke Maldives dibandingkan bule-bule.. Jam 9 pagi penumpang sudah di perbolehkan masuk ke pesawat dan dikarenakan pada tertib, tidak sampai 10 menit seluruh penumpang sudah masuk ke dalam pesawat.. Mungkin disini orang Indonesia juga pada turut sama peraturan kali, hehehehehehe... Coba di negara sendiri bisa kayak begitu juga, alangkah bagus nya... Sesampai nya di dalam pesawat kami langsung tidur dan sempat terbangun ketika diberikan Arrival Card. Selesai mengisi Arrival card, kami melanjutkan tidur lagi, :p

Arrival Card Maldives

Walaupun lama penerbangan adalah 4 jam 20 menit, namun dikarenakan jam di Male, Maldives adalah telat 2 jam dari Jakarta, kami tiba di Ibrahim Nasir International Airport sekitar jam 11 siang waktu Male, Maldives (GMT+5)..

Suasana di Ibrahim Nasir International Airport

Untuk menjuju Maafushi Island, ada beberapa cara:
  1. Menggunakan Public / Government Ferry yang berangkat dari MTCC Villingili Ferry Terminal di Male City. Biaya Ferry ke Maafushi Island adalah USD 2 atau MVR 30 per orang dengan lama tempuh 90 menit. Harap menanyakan ke petugas kapal Ferry apakah direct ke Maafushi Island atau ada transit ke Gulhi Island, karena di lokasi kebetulan ada 2 kapal yang biasanya berangkan ke Maafushi namun 1 kapal ada transit terlebih dahulu di salah satu pulau lokal juga yang dekat dengan Maafushi. Jika tidak tanya dan kebetulan turun di salah pulau, kapal berikut nya adalah besok dan akan rugi waktu 1 hari serta biaya penginapan tambahan
  2. Menyewa speed boat dari Hotel tujuan dengan tariff Up to USD 200 per speed boat. Pihak hotel akan mengirimkan Speed boat untuk menjemput di Bandara. Lama waktu temputh adalah 35 menit
  3. Menggunakan Speed boat sharing dengan penumpang-penumpang lain yang kebetulan mau ke Maafushi Island. Keberangkatan bisa direct dari bandara dengan lama tempuh 35 menit. Biaya sharing tergantung dari jumlah penumpang-nya dan biaya sewa speed boat nya up to USD 180
  4. Menggunakan Sea Plane yang dapat di sewa di counter-counter luar bandara. Gak worthed banget sih karena super mahal dengan biaya up to USD 300 per orang walau jarak tempuh hanya 10 menit.. Tapi kalau banyak budget dan penasaran naik Sea Plane, yah boleh-boleh saja lol
MTCC Villingili Ferry Terminal Schedule


Selesai dari Imigrasi, kami bergegas keluar bandara untuk menuju Male City karena kami memilih opsi 1 yang paling murah lol. Dikarenakan Maldives adalah negara kepulauan, untuk pindah antar kota menggunakan kapal Ferry.. Kota terdekat yang masih satu pulau dengan Bandara adalah Hulhumale City dan kota ini bukan tujuan kami.. Terminal Ferry terletak di arah kanan setelah keluar bandara.. cukup jalan sekitar 50-100 meter, maka akan menemukan Terminal Ferry dan ada konter yang menjual tiket. Harga tiket untuk ke Male City adalah USD 1 atau MVR 15 (tergantung mau bayar pakai mata uang apa).

View di Luar Area Bandara
Ferry Terminal Area

Waktu tempuh ke Male City adalah 10 menit menggunakan kapal Ferry. Sesampai nya di Male City, kami melanjutkan perjalan ke MTCC Villingili Ferry Terminal menggunakan taksi dan lama perjalanan adalah 10 menit. Tariff taksi ke terminal umum-nya adalah USD 2-3 dan untuk koper ada ekstra charge USD 2 info nya.. 

Male City

Dikarenakan kami tiba di MTCC Villingili Ferry Terminal masih sekitar jam 12 siang dan jadwal keberangkatan kapal Ferry adalah jam 3 siang, maka kami memutuskan untuk mencari makan siang terlebih dahulu yang terletak di dekat terminal Ferry saja. Tidak jauh dari Ferry Terminal, sekitar 20 meter ada 1 gedung yang cukup besar dan sempat kami sangka adalah Mall.. Ternyata setelah kami datangi gedung tersebut, ternyata gedung tersebut adalah gedung milik salah satu perusahaan telekomunikasi milik pemerintah Maldives (Dhiraagu). Kalau di Indonesia, sekelas Telkomsel lah yang market share nya paling besar. Btw Maldives ternyata juga sama dengan Singapore, baru merayakan HUT kemerdekaan ke 50. Di bagian bawah gedung ini ada sebuah restoran berbentuk cafe bernama Sea House Brasserie. Akhirnya kami memutuskan untuk makan di restoran ini saja karena selain ber AC, juga supaya tidak terlalu jauh dari ferry terminal. Di restoran ini kami menghabiskan waktu hingga jam 2 sambil makan santai karena makanan yang disediakan adalah all you can eat buffet. Tariff per orang adalah USD 7 belum termasuk GST 8% dan Service Charge 10%. Menurut kami sih makanan nya terlalu berbumbu India, tapi not bad lah..

HUT 50 Maldives
Sea House Brasserie

Tepat jam 2 kami menuju kapal yang sudah bersandar dan menunggu di dalam kapal untuk berangkat jam 3 siang. Cukup panas cuaca di dalam kapal ferry. Lagi asik-asik ngobrol di kapal Ferry dengan salah satu penduduk lokal Maldives yang kebetulan sedang menunggu keberangkatan ke Maafushi juga bernama Ismail, tiba-tiba saja ada yang menawarkan jasa speed boat ke Maafushi. Ada 2 orang bule yang menggunakan jasa speed boat karena tidak tahan kepanasan dan mencari penumpang yang mau sharing supaya lebih murah. Akhirnya si pemilik speed boat menawarkan sharing speed boat ke seluruh penumpang kapal ferry. Alasan nya kalau naik speed boat lebih cepat sampai dan tidak habis waktu naik kapal Ferry, karena kalau menggunakan kapal Ferry baru akan sampai di Maafushi sekitar jam 5 sore. Biaya yang ditawarkan adalah USD 35 per orang. Sempat tertarik mau naik speed boat saja, tetapi Ismail senggol kaki saya kasih kode untuk jangan mau terima dulu, karena bisa lebih murah. Akhir-nya saya coba menolak dan selang 5 menit ditawarkan menjadi USD 20 per orang. Ismail masih senggol kaki saya lagi dan saya kembali menolak tawaran speed boat nya. Akhirnya penawaran terakhir diberikan USD 10 per orang dan tanpa pikir lama akhirnya saya mengiyakan penawaran tersebut karena menurut saya sudah cukup murah (tidak mau ambil resiko kalau orang nya ngambek dan gak tawarin lagi, hehehehehe)... Akhirnya kami pun pindah ke speed boat dan mulai lah perjalanan ke Maafushi.. Hanya 30 menit perjalanan, sangat nyaman dan ombak tidak terlalu besar.. Selama perjalanan, salah seorang kru speed boat menanyakan penginapan tempat kami menginap dan kemudian menelepon pihak hotel / guest house untuk menjemput kami di area ferry terminal.. Sesampainya di ferry terminal, kami melihat ada yang mencari tamu yang menginap di Ocean Vista Guest House dan saya hampiri. Setelah berkenalan, orang tersebut adalah Manager di penginapan tempat kami menginap dan nama nya Ali. Ada porter juga bersama nya yang membawa tas kami ke hotel. Kami pun segera beranjak ke hotel untuk istirahat sejenak sebelum eksplore Maafushi Island. Segelas juice jeruk sunkist segar dan handuk dingin yang disediakan sebagai welcome untuk tamu penginapan benar-benar luar biasa. :D

Ocean Vista Guest House

Setelah istirahat 1 jam di Guest House, kami memutuskan untuk keliling melihat-lihat dan eksplor Maafushi Island.. Tentu saja yang pertama kami cari adalah pantai nya.. Pantai nya bagus sih, namun karena cuaca agak mendung, jadi pantai nya kurang cerah warna-nya di foto.. 

Private Beach Entrance
Private Beach Maafushi Island

Setelah puas foto-foto di area private beach walaupun cuaca mendung, akhirnya kami memutuskan untuk dinner di salah satu restoran di Arena Beach hotel di pinggir private beach.. Biaya makan buffet all you can eat di hotel ini adalah USD 10 belum temasuk minum, GST 12% dan Service Tax 10%.. GST tiap-tiap tempat ternyata berbeda-beda. Variasi antara 8-12%. Untuk minum, kami penasaran dengan Kurumba Juice, jadi kami memesan ini sebagai minuman kami. Harga nya adalah USD 3. Ternyata eh ternyata, kurumba itu adalah coconut alias kelapa, hanya saja warna nya merah, hehehehehe...

Menu Buffet All You Can Eat Arena Beach Hotel
Kurumba (Coconut)

Setelah siap makan, kami pun bergegas kembali ke hotel karena cuaca sudah makin memburuk dan gerimis sudah turun. Kami harus segera kembali ke hotel karena harus booking paket Excursion (wisata) untuk besok. Sesampai nya di hotel, kami pun langsung booking paket excursion ke salah satu resort yang dekat dengan Maafushi Island, yaitu Fihalhohi Resort. Tiap-tiap penginapan memiliki kerja sama dengan agent tour untuk menyelenggarakan Excursion (wisata). Tariff Excursion ke Fihalhohi adalah USD 40 untuk Entrance Fee (jika plus buffet lunch adalah USD 74) sudah all in include GST dan Service Charge. Sedangkan transport nya sebesar USD 55 (karena yang kesana hanya private kami bertiga untuk transport nya, tidak ada tamu lain yang sharing speed boat), belum termasuk GST 12% dan service charge 5%. Persiapan untuk besok done.. kami pun siap-siap istirahat untuk hari esok...

List paket excursion yang ditawarkan oleh Ocean Vista Guest House dapat di download disini. Sebagai pembanding harga, saya juga melampirkan list tariff excursion yang disediakan oleh Kaani Beach Hotel yang menurut saya lebih murah mungkin dikarenakan lokasi nya yang strategis sehingga banyak yang mengambil paket disini.. Untuk cek harga, bisa klik disini..

Low Budget Trip to Maldives - Day 1

15 Agustus 2015, akhirnya hari yang ditunggu-tunggu tiba.. Semua perasaan bercampur aduk, antara senang, antusias, deg-deg an, sedikit ngeri-ngeri sedap menjadi satu. Berharap banget informasi yang dicari-cari di internet selama ini tidak jauh berbeda.. 

Dikarenakan penerbangan nya dari Jakarta adalah jam 7:40 malam, maka kami berangkat dari rumah yang terletak di area Jakarta Barat jam 5 sore dengan menggunakan taksi Blue Bird.. Sebelum ke Bandara, kami sudah beli makanan sebagai persiapan bekal makan malam di bandara..

Sesampai nya di bandara jam 6 sore, kami langsung melakukan check-in terlebih dahulu di counter Tiger Air di Terminal 2 Soekarno Hatta. Dikarenakan flight ke Maldives adalah connected flight, maka kami tidak bisa melakukan web check-in.. Sistem menyarankan untuk melakukan check-in di counter.. Sesampai nya di counter check-in, antrian nya cukup panjang dan memakan waktu cukup lama di counter, hampir 40 menit.. Banyak juga yang berangkat untuk liburan ke Singapore waktu itu, mulai dari warga negara Indonesia yang ingin wisata disana, beberapa pasangan orang Malaysia (dari logat melayu nya dan paspor ditangan nya), beberapa pasangan dengan logat Singlish yang kental, dan beberapa bule-bule. Dikarenakan kami check-in tanpa bagasi, maka proses nya lumayan cepat, dan kami langsung menuju ke gate D4 sesuai informasi yang tercetak di boarding pass. Sebelum kami masuk ke ruang tunggu di gate D4, kami makan malam terlebih dahulu (ada kursi-kursi yang disediakan pihak bandara sebelum security check ke ruang tunggu)..

Tepat jam 7:15 seluruh penumpang sudah di perbolehkan untuk boarding ke dalam pesawat.. Dikarenakan kami duduk di row 21, maka kami di perbolehkan untuk masuk ke pesawat terlebih dahulu (row 21-30 mendapat giliran pertama untuk masuk kedalam pesawat).. Tidak heran sih ketika masuk ke pesawat sudah nampak banyak orang duduk di kursi yang bukan di row 21-30... Disiplin orang Indonesia memang kurang.. Jam 7:40 pesawat berangkat lepas landas tepat waktu.. Penerbangan selama 2 jam tidak terasa lama, karena kami banyak mengobrol membahas apa saja yang mau dilakukan nanti selama di Singapore dan Maldives..


Selfie dulu di Pesawat sebelum Take Off
Jam 10:30 waktu Singapore (GMT+8), pesawat landing dan kami langsung menuju imigrasi untuk cap passport.. Pesawat Tiger Air mendarat di terminal 2 bandara Changi. Karena baru pertama kali naik connected flight menggunakan Tiger Air, ternyata maskapai ini berbeda dengan Air Asia. Jika connected flight Air Asia, penumpang tidak perlu keluar area imigrasi lagi dan dapat langsung ke counter flight transfer untuk mendapatkan boarding pass. Sedangkan Tiger Air mewajibkan penumpang nya keluar area Imigrasi, kemudian ke counter check-in lagi di luar di lantai 2 terminal 2 untuk mendapatkan boarding pass dan masuk lagi ke area imigrasi. Jika tidak mau proses ribet seperti ini, informasi nya bisa membeli Add On bernama Tiger Connect pada saat pembelian tiket (dan kami memang tidak beli), hehehehehe...


Dekorasi HUT SG ke 50 di Bandara Changi.. Cool....
Selesai check-in dan mendapatkan boarding pass, kami langsung melanjutkan ke area imigrasi untuk cap passport kembali. Berhubung untuk boarding pass yang di cetak di Singapore tidak di sertakan informasi gate untuk ruang tunggu, maka penumpang harus aktif cek di papan televisi yang di pajang di lantai 2 terminal 2 tepat setelah cap passport di area imigrasi.. Dikarenakan flight kami ke Male, Maldives tanggal 16 Agustus 2015 jam 9:35 pagi waktu Singapore, maka informasi gate belum tersedia di papan televisi. Informasi baru ditampilkan biasanya 2 atau 3 jam sebelum keberangkatan. Hari sudah larut malam dan kami langsung mencari tempat untuk istirahat tidur. Setelah bersih-bersih sikat gigi dan cuci muka, kami pun langsung bersiap untuk tidur.. Tidak lupa kami langsung setel alarm untuk jaga-jaga kalau tidur nya bablas.. Kami menyetel alarm untuk bangun jam 6 pagi..

22 August 2015

Maafushi Island, Maldives

Maafushi adalah salah satu pulau lokal yang menjadi tujuan kami.. Pulau nya gak besar-besar amat, kalau keliling ujung ke ujung, gak sampai 1 jam juga sudah keliling 1 pulau (tapi gk masuk gang-gang).. Selain ini adalah pulau lokal non-resort sehingga bisa mendapatkan penginapan dengan harga murah, juga pulau lokal ini menjadi salah satu pilihan turis asing karena pantai private nya lumayan oke... Tapi jangan langsung membayangkan image-image yang ditemukan di Mbah Google mengenai maldives dimana terhampar pasir putih dengan air sebening crystal jade, hehehehe... Karena pemandangan seperti itu hanya dapat dinikmati di resort-resort yang cukup merogoh kantong.. Jadi sia-sia donk ke Maldives kalau cuma menginap di pulau ini?? Eitss tunggu dulu, jangan cepat ambil kesimpulan.. Penginapan-penginapan (Hotel / Guest House) di pulau ini hampir semua nya menawarkan paket-paket excursion (wisata) ke resort-resot mewah juga kok..


Peta Maafushi Island

Jangan kaget kalau melihat peta ini, 1/3 pulau ini ternyata adalah Penjara... Walau namanya adalah Prison, tetapi setelah tanya dengan pengurus guest house, bahwa penjara di pulau ini bukan penjara untuk kriminal tingkat berat.. Kriminal yang di jebloskan di hotel prodeo ini adalah para tukang mabok dan pengguna narkoba... Woalah... kalau gitu mah namanya bukan penjara tepat nya, tetapi panti rehabilitasi.. Mungkin memakai nama prison biar kedengaran lebih garang aja, hehehehe..

Dan pastinya karena Maldives adalah negara dengan populasi penduduk lokal 100% adalah beragama Muslim, jadi untuk pulau-pulau lokal nya  tidak diperbolehkan berjualan minuman yang mengandung alkhohol (yang legal) dan daging *Ibab... Kalau mau teler, hepi-hepi dan mengkonsumsi daging non halal, disarankan ke resort-resort yang memang sudah mendapatkan otoritas lampu hijau dari pemerintah Maldives untuk berjualan :D.. Hampir kelupaan, Bikini juga tidak diperbolehkan digunakan di public beach, hanya boleh di gunakan di private beach doank..

No Bikini di Public Beach

Untuk referensi penginapan (hotel / guest house) yang menurut hasil survey kami cukup oke setelah keliling pulau Maafushi, ada beberapa yang recommended:
  • Ocean Vista Guest House (No 15 di Map) - Tempat nya walaupun dekat dengan penjara, namun aman kok.. Selain kamar nya bersih menurut kami (karena kami tinggal disini), staff nya juga sangat ramah sekali.. Hospitality nya mantap banget deh (walaupun sempat serem liat muka staff nya kayak kriminal, hehehehe)... Selain itu juga nilai plus yang kami berikan adalah lokasi nya dekat dengan Ferry Terminal (Jetty)
  • Kaani Beach Hotel (No 6 di Map) - Penampakan hotel nya oke banget, lokasi dekat dengan private beach, hanya jalan beberapa meter doank.. Banyak juga turis asing yang sekapal ternyata menginap disini ketika ditanya oleh driver speed boat.. Nilai plus yang kami berikan adalah paket excursion (wisata) nya paling murah dibandingkan dengan hotel-hotel atau guest house lainnya..
  • White Shell Island Hotel (No 31 di Map) - Sepertinya ini adalah satu-satunya hotel yang punya fasilitas Spa di pulau ini. Dan harga nya dibandingkan penginapan lainnya, lebih eksklusif (alias paling mahal, hehehe). Nilai plus nya adalah jarak ke ferry terminal dan private beach dekat..
  • White Shell Beach Inn (No 4 di Map) - Depan penginapan ini langsung langsung adalah private beach... Hasil survey kami, penginapan ini menyediakan transport Maafushi - Airport menggunakan speed boat paling murah, yaitu USD 25 per orang.. Lah, ada beberapa penginapan lain juga kok yang menawarkan transport dengan harga yang sama, kenapa ini paling murah?? Setelah cek dan ricek, penginapan lain nya mewajibkan ada minimal 4 orang yang booking. Jika dibawah 4 orang maka harga yang dikenakan adalah up to USD 100 per orang. Kebetulan saja kami cuma ber tiga dan paket transport yang di sediakan di penginapan ini tidak ada minimal-nya (perlu diperhatikan bahwa speed boat adalah sharing, bukan penggunaan private).. Kenapa bisa murah, karena banyak orang yang memakai jasa penginapan ini ternyata dan penginapan ini berkerja sama dengan salah satu jasa tour yang sudah punya nama di pulau ini, icom Tours (disamping No 23 di Map lokasi nya). Kalau booking langsung di icom nya kurang tahu juga sih, belum sempat cek :D
  • Arena Beach Hotel (No 5 di Map) - berlokasi tepat di sebelah White Shell Beach Inn, hotel ini juga depan nya adalah langsung private beach.. Hotel nya sih bagus, tapi gak cek kamar nya.. Dan banyak turis asing yang keliatan keluar masuk hotel ini.. suasana di depan hotel nya juga cozy banget. Kalau berencana untuk makan dinner buffet, hotel ini menyediakan paket dinner buffet seharga 10 USD per orang (belum include minum dan tax 10% serta 8% GST) dengan pilihan makanan yang lumayan oke. Dan tiap hari menu nya berbeda-beda.

Local shop juga mudah ditemukan di beberapa lokasi pulau ini... Hanya saja bagi yang bertransaksi di manapun (baik local shop, penginapan, ferry terminal, ataupun restoran) di Maldives, bukan di pulau ini saja, perhatikan uang yang di gunakan untuk kembalian... Sial banget saya mendapatkan kembalian uang (USD) yang busuk, kucel, dan uang nya pecahan versi lama pula... Saya kira karena USD dipergunakan secara luas disini, jadi lecek ataupun kucel tidak masalah lah.. Ternyata tidak... Uang kembalian yang saya terima sebesar USD 20 gak diterima dimana-mana.. bahkan sampai ketika saya kembali transit ke Singapore, money changer tidak mau terima juga... Untunglah cuma 1 lembar USD 20, hitung2 jadi koleksi saja..

USD 20 yang Dimaksud

21 August 2015

Maldives, Here I Come...

Pernah saya dikirimi artikel yang sangat bagus oleh seorang teman yang ditulis oleh Rhenald Kasali dengan judul "Passport". Setelah membaca artikel tersebut, saya memiliki inisiatif bahwa setiap tahun jikalau memungkinkan minimal satu kali ke luar negeri untuk melihat dunia luar seperti apa. Kebetulan tahun 2015 ini saya belum punya planning kemana-mana jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya dimana saya melakukan travelling dengan teman-teman saya yang kebetulan memiliki waktu luang pada saat libur. Yah, karena pada sibuk masing-masing tahun ini dengan kerjaan-nya.

Sempat sudah berpikiran untuk merelakan kalau tahun 2015 ini tidak kemana-mana dulu alias rehat, hehehehe... Tiba-tiba ada temen yang kasih ide untuk jalan-jalan ke Bangkok.. Yah walaupun sudah pernah ke Bangkok dua kali, yah akhirnya keputusan saya kasih ke Pacar saya untuk memutuskan apakah mau pergi ke Bangkok. Dan langsung jawaban tidak perlu menunggu lama diberikan: "Gak Mau.. Sudah pergi kesana dan kalau bisa coba Negara lain", katanya... Hahahaha, karena tidak mau ke Bangkok ya sudah akhirnya rencana ini pun hilang dengan sendiri nya... (tapi thanks GOD banget gak jadi ke Bangkok karena ada peristiwa pemboman di Kuil Erawan, Bangkok #praytobangkok)..

Sekitar sebulan kemudian (bulan Juli 2015 waktu itu), tiba-tiba dapat kiriman message (screen capture email dari Air Asia) dari Pacar saya yang menginformasikan bahwa pesawat Air Asia sudah ada tujuan ke Maldives per tanggal 22 Oktober 2015. Wow Maldives.... Cool.... Oke juga nih kayaknya, tapi...... tapi..... Yah begitu mendengar Maldives pasti langsung kepikiran wisata nya Orang Kaya.. Butuh kocek berapa puluh atau ratus juta nih kesini? Tapi berhubung penasaran kenapa tiba-tiba Air Asia sebagai salah satu leading low cost carrier flight mengadakan rute penerbangan ke Maldives, akhirnya buka Mbah Google untuk bertanya...

Dan secercah harapan muncul setelah membaca blog (ini dan ini) dari hasil searching Mbah Google bahwa:
  • Pemerintah Maldives memberlakukan regulasi baru yang memperbolehkan pulau-pulau lokal non-resort untuk membuka penginapan bagi turis asing
  • Untuk mengunjungi Maldives, tidak perlu menggunakan visa bagi WNI (Warga Negara Indonesia) ataupun Warga Negara Asing lainnya. Visa 30 hari bisa didapatkan secara cuma-cuma.
  • Ada beberapa budget Airlines yang sudah membuka rute penerbangan ke Maldives

Dengan bermodalkan informasi yang menurut saya sangat tokcer dari Mbah Google, saya langsung menginformasikan Pacar dan Teman saya untuk liburan ke Maldives.. Yang pertama merespond adalah dari teman saya yang menginformasikan bahwa sibuk dan belum dapat pergi kemana-mana tahun ini. Dan respond dari Pacar saya adalah kalau mahal gk mau. 

Akhirnya iseng coba-coba liat harga tiket promo Air Asia (karena sudah terbiasa memilih penerbangan dari perusahaan ini)... Walaupun dibilang nya promo, tapi sepertinya sudah habis diserbu orang... Harga tiket termurah adalah Pulang Pergi via Kuala Lumpur seharga Rp. 6 Juta++.. Belum include pesawat Jakarta - Kuala Lumpur pula... Akhirnya pilihan ke dua adalah Tiger Air... Wow harga yang di offer sudah all in (tanpa bagasi, tiger connect, in flight meal, dan asuransi) untuk rute Jakarta - Kuala Lumpur - Maldives (Male City) - Kuala Lumpur - Jakarta adalah sebesar Rp. 3,5 juta.. Langsung coba saya tawarkan ke Pacar saya offering Tiger Air ini.. Dan setelah diskusi, akhirnya setuju untuk pergi ber tiga (adik-nya begitu dengan Maldives langsung semangat 45 untuk ikut, wkkwkwkwk....) di bulan Agustus dimana pas ada libur Tujuh Belasan... Buka browser dan sudah bertekad untuk beli tiket-nya dan ternyata selang diskusi 15 menit, harga sudah naik menjadi Rp. 3,7 jt... Ya sudah lah karena cuma selisih Rp. 200 ribu ini akhirnya tiket dibeli.. Harga akhir setelah pembayaran menggunakan kartu kredit adalah menjadi Rp. 3,88 jt per orang (ada transaction fee untuk pembayaran melalui kartu kredit sebesar Rp. 180 ribu per orang)...


Tiket Pesawat Jakarta - Maldives PP


Dikarenakan rute penerbangan nya mengharuskan transit 1 malam di Singapore, akhirnya kami memutuskan untuk tidur di Bandara Changi saja (karena informasi dari beberapa sumber bahwa Bandara Changi cukup nyaman bagi yang mau tidur disini).. dan hotel di Maldives saja yang kami booking akhirnya... Pilihan kami setelah browsing-browsing akhirnya jatuh ke Ocean Vista Guest House yang kami booking melalui Agoda dengan harga Rp. 4,05 juta untuk 4 hari 3 malam untuk kamar berkapasitas 3 orang dan include breakfast... Note: Pada saat booking hotel, kadang di informasikan bahwa hotel / guest house tersebut:
  • Not Include Breakfast: Artinya tidak dapat sarapan
  • Breakfast Included: Artinya cuma dapat sarapan saja
  • Half Board (HB): Artinya dapat sarapan dan makan siang saja
  • Full Board (FB): Artinya dapat lengkap sarapan, makan siang dan makan malam.

Next yang perlu dipersiapkan adalah uang yang harus dibawa kesana. Walaupun Maldives memiliki mata uang tersendiri yaitu Rufiyaa (MVR) - sekilas mirip-mirip dengan Rupiah, tapi Dollar Amerika (USD) juga bisa digunakan disana. Nilai konversi mata uang nya di Maldives sana adalah 1 USD = 15 Rufiyaa. Kami memutuskan untuk beli sebanyak 500 USD dan 50 SGD saja untuk per orang akhirnya.. USD untuk digunakan di Maldives, dan SGD untuk beli makanan di Singapore.. 

 
Rufiyaa Maldives (MVR)


Referensi untuk beli USD dan SGD ada beberapa tempat:
  1. Valuta Artha Mas, alamat nya di ITC Kuningan Lantai 1, Jl. Prof. Dr. Satrio, Jakarta Selatan.. Sejauh ini menurut saya rate disini paling oke.. Waktu beli tanggal 13 Agustus 2015, rate yang saya dapatkan adalah 13,505 untuk USD dan 9820 untuk SGD. Untuk money changer ini, harus datang ke lokasi jikalau mau tau rate nya. Walaupun tempat nya kecil, tapi rame sekali, karena memang sudah terkenal rate nya oke banget..
  2. Untuk pembanding dapat cek juga ke Dolarindo Money Changer, alamat nya di Gajah Mada No. 135, Jakarta Barat. Rate nya bisa cek via telepon di 021-6386 9418. Untuk pembelian minimum 5,000 USD dapat di delivery
  3. Alternatif ke 3 dan paling saya hindari adalah ke VIP Money Changer, alamat nya di Jalan Menteng Raya No. 23, Jakarta Pusat.. Biasa rate nya cuma saya jadi patokan untuk pembanding saja... Soalnya antri disini untuk pembelian mata uang asing gk tanggung-tanggung... bisa 1 sampai 2 jam kadang dan rekor katanya ada yang bisa antri sampe 4 jam kalau lagi rame banget...
Tiket done... Hotel done... Uang Asing done.... Tinggal menunggu hari keberangkatan saja...

20 August 2015

Introduction

Jujur saja agak susah-susah gampang buat tulis di blog... Gampang nya adalah apa yang pas kepikiran di kepala tinggal kita tuangkan saja kata-katanya kedalam isi blog, ibarat menulis buku diary... Namun yang jadi kendala adalah kapan waktu yang available untuk menulis blog? Tata bahasa yang digunakan seperti apa nanti-nya untuk menulis blog? Atau sejuta alasan lainnya yang kadang muncul begitu saja... So, saya akan coba menulis dengan gaya bahasa sendiri saja dengan menuangkan apa yang ada di isi kepala kedalam blog ini pada waktu luang...

'CasCisCus' menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki arti banyak cakap (omong) atau banyak mempergunakan kata asing dl percakapan.. Sedangkan kata 'Go' dalam google translate memiliki makna yang dapat berfungsi sebagai Verb (Kata Kerja atau yang sering kita sebut Action dalam sehari-hari), Noun (Kata Benda - Bisa berupa Nama, Benda, Tempat atau Ide), dan Adjective (kata sifat yang biasa di gunakan untuk menjelaskan atau menegaskan sesuatu).. Dengan menggabungkan 'CasCisCusGo', bermakna bahwa All About Action, Not Talk Only.. Walaupun banyak cakap (omong), namun harus disertai dengan tindakan nyata :D (kalau orang bule ngomong, no bullshit, hehehehe)...

Pada blog ini, saya ingin berbagi seputar informasi beserta experience dan harapan nya menjadi media untuk sharing informasi yang berguna untuk pembaca nanti nya... Any comments are welcome... Selamat membaca... Ciao Bella!