26 August 2015

Low Budget Trip to Maldives - Day 3

17 Agustus 2015, Selamat HUT Indonesia ke 70... Kami sudah bangun jam 7 pagi untuk mandi dan sarapan di penginapan terlebih dahulu sebelum berangkat ke Fihalhohi Resort. Sarapan pagi yang disediakan di penginapan tempat kami tinggal berupa roti tawar dengan selai stroberi, butter cream, roshi (sejenis kulit kebab tapi berukuran kecil), kentang kari, serta potongan sosis kecil yang di siapkan dalam bentuk buffet. Untuk pilihan minuman, susu hangat dapat di ambil sepuasnya, tetapi untuk tiap-tiap tamu yang siap sarapan di sajikan segelas jus jeruk (seperti nutrisari kalau diminum) dan sebotol mineral water. Selesai sarapan, kami pun kembali ke kamar untuk packing-packing pakaian ganti dan peralatan-peralatan foto non profesional, hehehehehe (tongsis, kamera underwater, dll).. Jam 8.35 pagi, Ali mengetuk pintu kamar dan kami pun siap berangkat ke terminal ferry. Kami juga diberikan 3 handuk untuk dipergunakan di pantai milik resort.

Sesampainya di terminal ferry, ternyata Ali kembali ke penginapan.. Hahahaha, kira nya dia ikut, tau nya tidak.. Kebetulan pagi itu pada speed boat yang kita tumpangi ada tamu lain dari Malaysia (dari logat melayu nya yang kental sekali), mereka sudah siap dengan peralatan snorkeling dan baju safety.. Setelah saya tanya-tanya, ternyata tujuan mereka adalah Biyadhoo resort... Memang reef Biyadhoo yang banyak di informasikan bagus sekali reef nya untuk snorkeling. Namun ada beberapa sumber di forum yang menginformasikan bahwa banyak reef di Biyadhoo mengalami kerusakan diakibatkan tsunami pada 2004 silam. Dan seperti yang kita ketahui terumbu karang sangat sulit recover dalam waktu singkat. Beberapa sumber juga mengatakan bahwa saat ini favorit para snorkel adalah di Banana Reef. Namun lokasi ini bukan merupakan resort sehingga menjadi opsi bagi yang benar-benar hanya ingin melihat keindahan karang. Namun jika ingin snorkeling sambil menikmati suasana resort, Biyadhoo bisa dijadikan tujuan yang tepat. Lokasi Resort Biyadhoo adalah 10 menit perjalanan dari Maafushi Island. Sedangkan Resort Fihalhohi adalah lebih jauh, 20 menit perjalanan dari Maafushi Island.

20 menit perjalanan terasa lama sekali dikarenakan cuaca pagi hari ini sangat tidak mendukung.. Langit gelap mendung dan tampak mau hujan.. Ombak sangat besar dan speed boat terasa di banting kanan kiri. Benar-benar serasa naik roller coaster saja.. Bikin perut mual sekali dan sempat hampir muntah.. Untung saja belum muntah udah sampai tujuan, hehehehe.... So siap sedia kantong plastik untuk berja-jaga tidak ada salah nya..


Here We Are, Fihalhohi Resort
Fihalhohi Resort Map

Untuk ukuran pulau, resort ini terbilang hampir sama luas dengan resort Pulau Putri di kepulauan Seribu. Tidak besar pulau nya.. Tapi suasana di resort ini beda sekali dengan resort Pulau Putri. Ambience dan sekitar nya sangat nyaman dan tenang.. Di sepanjang tepi pantai tiap depan kamar hotel nya terlihat kursi pantai yang berjejer.. Saya rasa dengan duduk 15 menit di kursi nya hampir dipastikan dapat membuat saya tertidur karena terhipnotis alunan ombak dan tiupan angin laut yang sejuk.. :p

Kami disambut oleh salah seorang staff yang memang sepertinya sudah di informasikan akan kedatangan kami.. Karena sebelum speed boat kami menepi di Jetty terminal, staff tersebut sudah berdiri menunggu kami disana.. Selesai menyambut kami, kami pun dibawa ke Bar Deck yang berlokasi di samping gedung reception. Disini kami dijelaskan mengenai entrance fee nya, dan ternyata memang untuk entrance fee tidak dapat di mark up oleh tour agent. Karena entrance fee dibayar di resort langsung ketika check-out. Untuk entrance fee ada 2 opsi, yaitu: USD 40 tanpa Buffet Lunch atau 74 USD dengan Buffet Lunch.. Harga ini sudah all in dengan GST dan Service Charge.. Berhubung kami sedikit bosan makan buffet, maka kami hanya mengambil paket entrance fee saja.. Rencana nya adalah kami ingin memesan makanan Ala Carte saja.. Tidak lupa kami juga menanyakan fasilitas apa saja yang dapat digunakan di resort ini, dan di informasikan bahwa kita dapat keliling ke seluruh area yang ada di pulau ini akan tetapi tidak di perkenankan masuk kedalam kamar hotel dan water bungalow villa. Serta ada restricted area (di gambarkan dengan jelas di map yang diberikan) jika kita ingin berenang. Handuk dan kamar mandi bebas di pergunakan jika ingin berenang di pantai..

Selesai Introduction, kami pun langsung beranjak ke water bungalow yang sudah menjadi trademark Maldives.. Sayang belum sampai ke area water bungalow, hujan tiba-tiba turun deras, sehingga kami terpaksa berteduh di Blue Lagoon Bar yang terletak di dekat water bungalow.. Cukup lama kami berteduh di sini, hampir 2 jam dan tidak ada aktifitas yang dapat dilakukan.. Sekitar jam 12.15 siang dan perut sudah lapar serta hujan sudah agak mengecil, kami pun akhirnya memutuskan untuk menggunakan handuk yang diberikan hotel untuk melindungi kepala agar tidak masuk angin menuju ke Palm Groove Restaurant... Sesampai nya di Palm Groove Restaurant, alangkah kagetnya kami bahwa ternyata restoran ini hanya menyediakan menu All You Can Eat alias Buffet Lunch.. Sedangkan untuk menu Ala Carte  terletak di Blue Lagoon Bar... What!!!! Apa???? Musti balik lagi??? Seingat kami ketika di Blue Lagoon Bar, kami sempat melihat buku menu, namun hanya minuman yang tersaji di buku menu tersebut.. Dan ada beberapa roti / kue yang terpajang di lemari es kaca.. Sempat agak bimbang untuk balik, namun akhirnya kuputuskan saya sendiri kesana sedangkan pacar saya dan adiknya menunggu di restoran ini.. Sesampainya di Blue Lagoon Bar, benar memang ternyata ada 2 buku menu yang sama persis, namun 1 nya adalah daftar menu makanan.. Namun makanan yang disajikan berupa salad, pizza, dan roti-roti an.. Akhirnya saya kembali serta memutuskan untuk upgrade package saja ke paket entrance fee + buffet lunch.. Namun pihak restoran menolak kami dan meminta untuk pengecekan ke Reception. Agak bingung di ping pong begitu, kami mengecek ke reception.. Ternyata alasan penolakan nya karena jam makan sudah mau selesai dan sebentar lagi restoran mau di rapikan (alias diangkat makanan nya).. Agak kaget dan saya menunjukkan brosur bahwa sekarang baru jam 12.35 dan restoran jam restoran tutup adalah jam 14.00.. Ternyata eh ternyata, jam di Fihalhohi lebih cepat 1 jam daripada Maafushi... Jam di Fihalhohi ternyata sudah menunjukkan waktu 13.35.. Setelah agak di desak dan staff di reception menelpon pihak manager nya, kami pun di upgrade package nya.. Namun kami hanya diberikan waktu 25 menit untuk makan.. Bergegas kami langsung makan siang karena takut keburu ditutup restoran nya :p Yang cukup membuat kami surprise ketika makan adalah kami menemukan Soto Ayam, ternyata makanan satu ini menjadi salah satu menu yang disajikan diantara makanan Belanda, Itali, Jerman, dan India. Rasa bangga sebagai Rakyat Indonesia bangkit seketika..


Soto Ayam (Indonesian Chicken Soup)


2 kesalahan kami yaitu:
  1. Kami tidak menanyakan lokasi restoran dengan jelas sehingga banyak habis waktu untuk bolak balik
  2. Selisih jam yang tidak kami perhitungkan cukup fatal..
Selesai makan dikarenakan masih hujan, maka kami memutuskan untuk menghabiskan waktu dengan fasilitas indoor sports yang disediakan (Bilyard, Fuzzball, dan Tenis Meja).. Setelah 1 jam bermain di indoor sports, hujan akhirnya reda dan kami pun bergegas menuju water bungalow... Sempat kepikiran untuk main air, namun diakibatkan habis hujan, air laut nya cukup dingin dan kami pun mengurungkan niat untuk bermain air.. Kebanyakan kami menghabiskan waktu dengan foto-foto saja..

Fihalhohi Resort Water Bungalow
Wefie @Fihalhohi Resort Water Bungalow
Smile @ Water Bungalow


Benar-benar tidak terasa waktu berjalan sangat cepat, waktu sudah hampir jam 5 sore dan speed boat akan segera menjemput kami.. Kami pun bergegas kembali menuju Arrival Jetty.. Tidak lama berselang speed boat pun datang dan kami kembali menuju Maafushi Island.. Untung nya selama perjalanan balik ombak nya sudah lebih tenang.. Btw jika ingin menikmati spa di Fihalhohi Resort, berikut list harga nya..


Sunset @ Maafushi Island
Sesampai nya di Maafushi Island,melihat ada sunset sedikit nongol di balik awan, kami pun memutuskan untuk mengambil beberapa foto di lokasi yang konon katanya bagus untuk di foto ketika matahari terbenam.. Lokasi tersebut adalah kursi dengan dahan kayu yang sudah rontok dengan posisi menghadap laut.. Lokasi nya persi di seberang penginapan tempat kami menginap.. Selesai foto, kami pun bergegas ke Kaani Beach Hotel untuk melakukan booking paket excursion untuk esok hari (setelah melakukan survey tentu nya sebelumnya).. Kami sudah memutuskan bahwa kami akan melakukan excursion ke Anantara Resort untuk esok hari. Sesampai nya di Kaani Beach Hotel, kami mengecek jadwal excursion besok dan kebetulan sekali ada 4 orang tamu yang juga sudah booking excursion ke Anantara Resort besok. Karena kami ber-3, maka kuota 7 orang terpenuhi dan kami mendapatkan harga termurah untuk transport nya, yaitu USD 10 per orang. Paket excursion Kaani Beach hotel dapat di cek disini.. Selesai booking, kami pun kembali ke hotel karena tiba-tiba angin menjadi kencang dan matahari sudah tak terlihat lagi tertutup awan gelap (luar biasa perubahan cuaca yang sangat cepat).. Karena cuaca yang tidak mendukung kami pun memutuskan untuk makan malam di hotel saja.. Tepat sekali keputusan kami memilih untuk makan di hotel, karena beberapa menit setelah kami sampai di hotel hujan turun deras sekali disertai badai yang cukup kencang (sebagai informasi, hujan badai ini berlangsung sampai ke esokan hari jam 8 pagi.. Kalau di Jakarta sih udah jamin 100% banjir, hehehe)... Untuk makan malam kami pun memesan 1 porsi nasi goreng seafood, 1 porsi Thai Lemon Fish, dan 1 loyang pizza seafood, dengan minum Jus jeruk, Jus lime, dan Jus apel hijau, total pengeluaran untuk makan malam di penginapan adalah sebesar USD 32.

Tamu Lain yang baru datang menginap di Ocean Vista


Dinner @ Ocean Vista Guest House

Pada saat dinner, nampak 2 orang tamu pasangan suami istri sedang bercakap-cakap dengan resepsionis. Sempat sih papasan dengan mereka, namun gk nyangka aja ternyata orang Indonesia juga. Itu pun kami tahu karena mereka yang menyapa kami karena pada saat makan kami berdiskusi untuk esok hari menggunakan bahasa Indonesia. Kami pun berkenalan dengan pasangan suami - istri ini (kalau tidak salah ingat, nama nya Martin dan Santi.. mohon maaf kalau salah yah.. :D)... Mereka kebetulan baru married tanggal 15 Agustus 2015 dan langsung berangkat ke Maldives tanggal 16 Agustus 2015 dan tiba di Maafushi baru tanggal 17 sore.. Setelah berbincang-bincang, tampak nya mereka shock dengan kondisi Maafushi Island yang penampakan nya tidak seperti image-image pada Mbah Google, malah lebih mirip pulau Harapan katanya.. Dan mereka juga kurang informasi harus jalan kemana.. Kami pun menawarkan untuk join kami saja ke Anantara Resort keesokan hari nya dan akhirnya mereka pun setuju. Segera mereka meminta kepada resepsionis guest house untuk menelpon Kaani Beach Hotel untuk booking paket 2 orang tambahan ke Anantara Resort.. Setelah confirm terdaftar (thanks berkat bantuan lagi-lagi dari Mr. Ali) dan berpamitan, kami pun kembali ke kamar masing-masing untuk istirahat mempersiapkan stamina untuk besok..

Bersambung, Low Budget Trip to Maldives - Day 4.......

No comments:

Post a Comment