21 August 2015

Maldives, Here I Come...

Pernah saya dikirimi artikel yang sangat bagus oleh seorang teman yang ditulis oleh Rhenald Kasali dengan judul "Passport". Setelah membaca artikel tersebut, saya memiliki inisiatif bahwa setiap tahun jikalau memungkinkan minimal satu kali ke luar negeri untuk melihat dunia luar seperti apa. Kebetulan tahun 2015 ini saya belum punya planning kemana-mana jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya dimana saya melakukan travelling dengan teman-teman saya yang kebetulan memiliki waktu luang pada saat libur. Yah, karena pada sibuk masing-masing tahun ini dengan kerjaan-nya.

Sempat sudah berpikiran untuk merelakan kalau tahun 2015 ini tidak kemana-mana dulu alias rehat, hehehehe... Tiba-tiba ada temen yang kasih ide untuk jalan-jalan ke Bangkok.. Yah walaupun sudah pernah ke Bangkok dua kali, yah akhirnya keputusan saya kasih ke Pacar saya untuk memutuskan apakah mau pergi ke Bangkok. Dan langsung jawaban tidak perlu menunggu lama diberikan: "Gak Mau.. Sudah pergi kesana dan kalau bisa coba Negara lain", katanya... Hahahaha, karena tidak mau ke Bangkok ya sudah akhirnya rencana ini pun hilang dengan sendiri nya... (tapi thanks GOD banget gak jadi ke Bangkok karena ada peristiwa pemboman di Kuil Erawan, Bangkok #praytobangkok)..

Sekitar sebulan kemudian (bulan Juli 2015 waktu itu), tiba-tiba dapat kiriman message (screen capture email dari Air Asia) dari Pacar saya yang menginformasikan bahwa pesawat Air Asia sudah ada tujuan ke Maldives per tanggal 22 Oktober 2015. Wow Maldives.... Cool.... Oke juga nih kayaknya, tapi...... tapi..... Yah begitu mendengar Maldives pasti langsung kepikiran wisata nya Orang Kaya.. Butuh kocek berapa puluh atau ratus juta nih kesini? Tapi berhubung penasaran kenapa tiba-tiba Air Asia sebagai salah satu leading low cost carrier flight mengadakan rute penerbangan ke Maldives, akhirnya buka Mbah Google untuk bertanya...

Dan secercah harapan muncul setelah membaca blog (ini dan ini) dari hasil searching Mbah Google bahwa:
  • Pemerintah Maldives memberlakukan regulasi baru yang memperbolehkan pulau-pulau lokal non-resort untuk membuka penginapan bagi turis asing
  • Untuk mengunjungi Maldives, tidak perlu menggunakan visa bagi WNI (Warga Negara Indonesia) ataupun Warga Negara Asing lainnya. Visa 30 hari bisa didapatkan secara cuma-cuma.
  • Ada beberapa budget Airlines yang sudah membuka rute penerbangan ke Maldives

Dengan bermodalkan informasi yang menurut saya sangat tokcer dari Mbah Google, saya langsung menginformasikan Pacar dan Teman saya untuk liburan ke Maldives.. Yang pertama merespond adalah dari teman saya yang menginformasikan bahwa sibuk dan belum dapat pergi kemana-mana tahun ini. Dan respond dari Pacar saya adalah kalau mahal gk mau. 

Akhirnya iseng coba-coba liat harga tiket promo Air Asia (karena sudah terbiasa memilih penerbangan dari perusahaan ini)... Walaupun dibilang nya promo, tapi sepertinya sudah habis diserbu orang... Harga tiket termurah adalah Pulang Pergi via Kuala Lumpur seharga Rp. 6 Juta++.. Belum include pesawat Jakarta - Kuala Lumpur pula... Akhirnya pilihan ke dua adalah Tiger Air... Wow harga yang di offer sudah all in (tanpa bagasi, tiger connect, in flight meal, dan asuransi) untuk rute Jakarta - Kuala Lumpur - Maldives (Male City) - Kuala Lumpur - Jakarta adalah sebesar Rp. 3,5 juta.. Langsung coba saya tawarkan ke Pacar saya offering Tiger Air ini.. Dan setelah diskusi, akhirnya setuju untuk pergi ber tiga (adik-nya begitu dengan Maldives langsung semangat 45 untuk ikut, wkkwkwkwk....) di bulan Agustus dimana pas ada libur Tujuh Belasan... Buka browser dan sudah bertekad untuk beli tiket-nya dan ternyata selang diskusi 15 menit, harga sudah naik menjadi Rp. 3,7 jt... Ya sudah lah karena cuma selisih Rp. 200 ribu ini akhirnya tiket dibeli.. Harga akhir setelah pembayaran menggunakan kartu kredit adalah menjadi Rp. 3,88 jt per orang (ada transaction fee untuk pembayaran melalui kartu kredit sebesar Rp. 180 ribu per orang)...


Tiket Pesawat Jakarta - Maldives PP


Dikarenakan rute penerbangan nya mengharuskan transit 1 malam di Singapore, akhirnya kami memutuskan untuk tidur di Bandara Changi saja (karena informasi dari beberapa sumber bahwa Bandara Changi cukup nyaman bagi yang mau tidur disini).. dan hotel di Maldives saja yang kami booking akhirnya... Pilihan kami setelah browsing-browsing akhirnya jatuh ke Ocean Vista Guest House yang kami booking melalui Agoda dengan harga Rp. 4,05 juta untuk 4 hari 3 malam untuk kamar berkapasitas 3 orang dan include breakfast... Note: Pada saat booking hotel, kadang di informasikan bahwa hotel / guest house tersebut:
  • Not Include Breakfast: Artinya tidak dapat sarapan
  • Breakfast Included: Artinya cuma dapat sarapan saja
  • Half Board (HB): Artinya dapat sarapan dan makan siang saja
  • Full Board (FB): Artinya dapat lengkap sarapan, makan siang dan makan malam.

Next yang perlu dipersiapkan adalah uang yang harus dibawa kesana. Walaupun Maldives memiliki mata uang tersendiri yaitu Rufiyaa (MVR) - sekilas mirip-mirip dengan Rupiah, tapi Dollar Amerika (USD) juga bisa digunakan disana. Nilai konversi mata uang nya di Maldives sana adalah 1 USD = 15 Rufiyaa. Kami memutuskan untuk beli sebanyak 500 USD dan 50 SGD saja untuk per orang akhirnya.. USD untuk digunakan di Maldives, dan SGD untuk beli makanan di Singapore.. 

 
Rufiyaa Maldives (MVR)


Referensi untuk beli USD dan SGD ada beberapa tempat:
  1. Valuta Artha Mas, alamat nya di ITC Kuningan Lantai 1, Jl. Prof. Dr. Satrio, Jakarta Selatan.. Sejauh ini menurut saya rate disini paling oke.. Waktu beli tanggal 13 Agustus 2015, rate yang saya dapatkan adalah 13,505 untuk USD dan 9820 untuk SGD. Untuk money changer ini, harus datang ke lokasi jikalau mau tau rate nya. Walaupun tempat nya kecil, tapi rame sekali, karena memang sudah terkenal rate nya oke banget..
  2. Untuk pembanding dapat cek juga ke Dolarindo Money Changer, alamat nya di Gajah Mada No. 135, Jakarta Barat. Rate nya bisa cek via telepon di 021-6386 9418. Untuk pembelian minimum 5,000 USD dapat di delivery
  3. Alternatif ke 3 dan paling saya hindari adalah ke VIP Money Changer, alamat nya di Jalan Menteng Raya No. 23, Jakarta Pusat.. Biasa rate nya cuma saya jadi patokan untuk pembanding saja... Soalnya antri disini untuk pembelian mata uang asing gk tanggung-tanggung... bisa 1 sampai 2 jam kadang dan rekor katanya ada yang bisa antri sampe 4 jam kalau lagi rame banget...
Tiket done... Hotel done... Uang Asing done.... Tinggal menunggu hari keberangkatan saja...

No comments:

Post a Comment