23 September 2017

Budget Trip Japan - Day 6, 7 dan 8

Untuk pembahasan trip Day 6 sampai Day 8 saya gabungkan menjadi 1 artikel karena tidak banyak lokasi yang kami kunjungi di Day 6 sampai dengan Day 8.

Day 6
Hari ke 6 kami di Tokyo, tujuan kami adalah Tokyo Disney Sea. Kenapa bukan Disney Land? Kan lebih iconic dan ngetop Disney Land? Yah itu pertanyaan yang banyak kami dapat ketika share itinerary ke teman-teman yang lain. Disney Land sudah pernah kami kunjungi ketika ke HongKong, dan Tokyo Disney Sea untuk kawasan Asia cuma ada di Jepang. Jadi kita tidak melewatkan momen kami untuk ke Tokyo Disney Sea. Kenapa tidak pergi ke kedua nya saja? Karena kami tidak mau menghabiskan terlalu banyak waktu di Theme Park, waktu liburan kita terbatas. Jadi first come first based on priority saja.

Disney Sea Station

Oke kembali ke Tokyo Disney Sea, kami berangkat pagi sebelum theme park dibuka untuk umum supaya tidak menghindari antrian panjang ketika masuk. Untuk tiket masuk kita beli di Jakarta ketika sedang ada event Japan National Tourism Board (JNTB) di JTB Travel seharga 873,200 rupiah. Harga ini memang sedikit lebih murah ketimbang beli di lokasi 7400 Yen (sekitar 890 Ribu), namun kita menghemat waktu untuk antri beli tiket nya. 

Disney Sea Photogenic Spot

Seperti di Dufan saja, untuk permainan di Disney Sea kita harus antri cukup lama. Untuk menikmati seluruh permainan disini, sudah memakan 1 hari penuh sampai dengan malam. Namun kita tidak menghabiskan waktu sampai kembang api disney dinyalakan karena nantinya akan susah mengantri kereta pulang. Maka tepat stengah 8 malam sebelum kembang api disney di mainkan, kita memilih untuk pulang dulu. 

Seger... Es bentuk Mickey..

Secara keseluruhan, bagi yang belum pernah kesini dan ingin mencoba, yah boleh lah.. Rating yang kita berikan 6.5 / 10. Karena beberapa permainan menggunakan bahasa Jepang sehingga gk ngerti. Dan bagi yang bawa keluarga terutama anak-anak saya rating nya lebih tingg 7.5 / 10. Untuk lokasi cukup photogenic dan instagramable menurut saya. Tapi bagi yang ingin menikmati nuansa kota Jepang, mungkin Disney Sea / Disney Land bukan opsi yang tepat untuk di kunjungi.


Day 7
Hari ke 7, kami pagi-pagi sudah berberes-beres untuk persiapan pindah ke Osaka.. Good bye Tokyo, hehehehe...Shinkansen dari Tokyo ke Osaka memakan waktu 3 jam dan di cover full oleh JR Pass yah (gratis bagi pemegang JR Pass yang aktif). Sesampainya kami di Osaka, kami ke penginapan yang sudah kami book melalui AirBnB sebelumnya. Jika teman-teman travelers belum memiliki account AirBnB dan ingin mencoba traveling menggunakan AirBnB, dapatkan kupon potongan sampai dengan 350 ribu rupiah dengan referensi code saya ini. Sesampainya di penginapan, kami hanya drop tas kami dan bersiap-siap menuju Osaka Castle. 

Ada serangan Bandit ketika lagi Tidur di perjalanan Tokyo - Osaka via Shinkansen

Osaka Castle hanya beberapa stasiun dari lokasi penginapan kami (ke Osakajo Station). Stasiun ini juga di cover JR Pass. Jarak lokasi Osaka Castle dari Station lumayan jauh, sekitar 500 an meter. Namun sepanjang perjalanan menuju Osaka Castle tidak membosankan, karena sekitar banyak jual jajanan, jadi ngemil time pun di mulai sebelum sampe castle.

Osaka Castle

Kami tidak naik ke Osaka Castle nya, karena bukan pecinta castle atau pun museum.. Maka kami hanya foto-foto di sekitaran komplek Osaka Castle dan berbelanja oleh-oleh di toko yang ada di depan Osaka Castle. Beberapa gantungan kunci dan magnet kulkas kami beli disini. Namun untuk snack-snack tidak di rekomendasikan beli disini karena harganya lumayan premium.

Kepiting Asap nya tidak boleh di lewatkan yang satu ini

Setelah puas menghabiskan waktu di Osaka Castle yang cukup luas, kami menuju Minami / Namba. Lokasi-lokasi yang wajib di kunjungi di sekitaran Minami / Namba adalah Dotonbori, Amerikamura, Hozenji Yokocho Alley, Shinsaibashi, Kuromon Market. Untuk menuju kesini, teman-teman dapat menuju stasiun Namba (JR) jika tidak ingin mengeluarkan dana tambahan untuk transportasi (di cover JR Pass). Memang jaraknya masih agak jauh dari Dotonburi, tapi This is Japan, Man... Jalan sedikit jauh tidak membosankan.. Tinggal mengikuti GPS di Google Maps saja dari stasiun Namba (JR) ke Dotonburi dan area sekitarnya. Dotonburi di kenal dengan tempat surga belanja dan penikmat makanan. Kepiting Asap (toko nya ada patung kepiting raksasa) dan Takoyaki (toko nya ada patung gurita raksasa) adalah yang paling recommended disini. Dan bagi pecinta tas Anello, mudah ditemukan sepanjang jalan di Minami / Namba. Tidak perlu takut palsu / KW, karena barang-barang yang dijual disini jaminan asli hehehehe...

Glico Man - Osaka

Dan pastinya yang tidak boleh di lewatkan kalau sudah berada disini yaitu foto dengan background Glico Man (iconic khas kota Osaka).. Memang tidak banyak spot di kota Osaka yang dapat kita kunjungi.. Namun sangat menyenangkan dan asyik untuk menikmati kota Osaka sambil menghabiskan waktu di Minami / Namba ini sampai malam.. Jika bukan karena keterbatasan waktu, menurut saya 1 hari di Minami / Namba ini kurang..


Day 8
Hari ke 8, kami mengunjungi Universal Studio Japan (USJ). Cuaca cerah dan mendukung hari ini. Salah satu alasan kita mengunjungi Universal Studio Japan adalah karena Harry Potter World tentu nya. 

Welcome to Hogwarts

Pagi-pagi kami sudah jalan menuju ke USJ supaya tidak antri terlalu panjang ketika masuk ke lokasi dan tujuannya supaya kita bisa langsung menuju arena permainan Harry Potter World dan minimize antrian. Walau sudah pagi kita kesana, ternyata sudah rame uiy.. Sesuai plan awal, kita langsung menuju Harry Potter World dan bermain di sana terlebih dahulu sebelum antri panjang dan menggila. Cukup mengasyikkan dan menyenangkan, walau terkendala permainan ini untuk komunikasi nya menggunakan bahasa Jepang. Tapi overall oke lah.. 

Hogwarts School @Harry Potter World USJ

Di Harry Potter World, area di sulap supaya kita serasa di Hogwarts (sekolah sihir tempat Harry Potter bersekolah) dan juga ada Hogsmeade town dimana ketika libur musim dingin Harry Potter dan teman-teman nya bermain ke kota ini.. Selain berfoto ria, ada beberapa spot yang dapat di kunjungi di Harry Potter World, yaitu:
  1. Ollivanders - Tempat jual Wand (tongkat sihir) 
  2. Zonko Joke Shop - Tempat jual pernak pernik aneh yang item-item nya sering muncul di movie
  3. Honey Dukes - Tempat jual Permen aneka rasa dan Coklat berbentuk kodok seperti yang di movie
  4. Gladracks Wizard Wear - Tempat jual pernak pernik pakaian (jubah dan syal) 4 kelas di Hogwarts.
Refreshing Butterbeer Hogsmeade

Dan yang pasti jangan di lupakan kalau sudah disini, wajib mencoba Butterbeer nya. Bukan Bir sih pastinya, karena tidak mengandung alkohol. Butterbeer semacam campuran minuman berperisa caramel dan butter dengan sedikit alkohol. 

Inget Mobil Ini? hehehehe...

Untuk permainan lainnya di USJ, sebaiknya untuk menghindari antrian panjang dan habis waktu disini, saya menyarankan untuk masuk ke line antrian single rider saja jika tersedia. Ini salah satu trik yang kita gunakan untuk dapat memainkan seluruh permainan di USJ. Namun tidak semua permainan tersedia antrian line single rider sehingga kita harus mengantri cukup lama juga sih. Single Rider artinya kita akan di pecah-pecah menjadi sendiri-sendiri dan masuk ke permainan yang ada sisa tempat duduk. Beberapa permainan yang di rekomendasi di USJ selain Harry Potter World adalah Minion, Toy Story, Jaws, Amazing Spiderman, dan Shrek. Dan pastinya beberapa live show di USJ wajib di ikuti juga lho.

Shinsekai

Untuk USJ, kalau belum pernah mencoba boleh lah. Namun kalau mau menikmati kota Osaka, sebaiknya waktunya di maksimalkan di Minami / Namba saja seh hehehehe.. Selesai puas bermain di USJ, kami menuju salah satu red district kota Osaka, yaitu Shinsekai (Osaka New's World). Kenapa red disctrict? Karena Shinsekai merupakan tempat dimana banyak Yakuza berkeliaran dulu nya. Namun sekarang sudah di sulap pemerintah Jepang menjadi salah satu tempat destinasi wisata, khususnya wisata kuliner. Yang paling top di daerah ini adalah Kushikatsu (gorengan) nya. Untuk menuju ke sini, stasiun terdekat yang tercover JR Pass adalah Shin-Imamiya Station. Dari station ini cukup jalan kaki sekitar 200 meter (disarankan pakai google maps) biar tidak salah jalan.

Sumo Portion, hehehe...

Karena sudah sampai disini malam, kami memutuskan untuk makan malam disini.. Ada banyak restoran, namun yang paling menarik perhatian kami adalah restoran dengan patung Sumo. Ternyata ini adalah restoran langganan para Sumo dimana porsinya bener-bener jumbo uiy... 1 porsi para sumo kami sharing untuk 7 orang.. dan yang luar biasa adalah harganya murah.. ini yang terpenting hahahaha... dan pastinya harus enak donk lol...

To Be Continued Budget Trip Japan - Day 9 dan 10 (Coming Soon)

Budget Trip Japan - Day 5

Hujan mengguyur kota Tokyo sudah sejak jam 2 dini hari ketika saya terbangun karena petir menyambar cukup kencang. Ah pikir saya bagus lah hujan deras saja sekalian sehingga besok nya akan cerah. Bangun jam 6 pagi untuk persiapan seperti biasanya untuk melanjutkan perjalanan hari ke 5, namun ternyata hujan masih sama derasnya seperti jam 2 dini hari ketika saya terbangun. Oh why this rain ruined our trip, hikz.. (tapi akhirnya gk deh hehehe).. Akhirnya setelah diskusi kami pun memutuskan untuk menunggu sampai jam 8 pagi itu.

Mendekati jam 8 pagi, hujan masih rintik-rintik kecil. Kami pun memilih untuk jalan saja dengan meminjam payung yang tersedia di penginapan kami. Tujuan kami hari ini adalah trip ke Gotemba Factory Outlet untuk shopping sekaligus menikmati pemandangan Fuji San (Mount Fuji) yang sangat terkenal itu. Percaya tidak percaya, Fuji San info nya hanya muncul kurang lebih 80 hari dalam setahun lho dan selebihnya Fuji San yang pemalu ini akan mengumpet di balik kabut. Sayang kan kalo udah jauh-jauh kesini dan tidak bisa melihat Fuji San? Untuk itu bagi teman-teman travelers yang mau ke Jepang sebaiknya mengecek terlebih dahulu pada bulan apa Fuji San dapat dilihat dengan jelas.

Tips untuk melihat Fuji San yang saya gather dari beberapa sumber, yaitu umumnya Fuji San hanya muncul di Musim Dingin dan Musim Semi. Artinya di periode bulan Desember s/d Juni, Fuji San akan muncul sangat jelas kurang lebih selama 80 hari (random yah, bukan berarti 80 hari berturut-turut). Selain di bulan yang sudah di infokan, teman-teman juga harus memperhatikan tingkat ketebalan awan di kota Shizuoka. Shizuoka adalah prefektur dimana Fuji San berada. Untuk melakukan pengecekan dapat dilakukan di website ini http://www.worldweatheronline.com/. Teman-teman tinggal setting kota Shizuoka dan mengecek cloud (awan) nya. Fuji San dapat dilihat dengan sangat jelas jika ketebalan awan hanya 10% saat itu. Dan masih dapat dilihat cukup oke sampai dengan ketebalan awan 25%.

Source: worldweatheronline.com

Dikarenakan baru selesai hujan, pada saat perjalanan Shinkansen menuju Gotemba Station cuaca sudah mulai cerah sekali dan kami mengecek bahwa ternyata ketebalan awan tidak sampai 10% alias dibawah 10%. Cukup meningkatkan mood kami hari itu, hehehe.. Bagi yang suka berbelanja, Gotemba Factory Outlet adalah surga shopping. Hampir semua barang-barang branded tersedia disini dengan harga yang sangat bersahabat. Jadi kalau kesini jangan lupa siapin cash (Yen) yang cukup banyak yah, karena sebagai info aja nih kalo Jepang bukan negara yang bersahabat dengan pemakaian kartu kredit (VISA / Master). Kartu kredit mereka adalah yang JCB yang dapat di gunakan disini. Tidak banyak yang bisa menerima Visa / Master.

Gotemba Bus Map

Sesampainya di Gotemba Station, cukup ambil arah ke luar ke exit yang tidak mengarah ke jalan raya. Exit yang berseberangan dengan jalan raya ini menuju ke tempat parkir dan di tempat parkir ini ada stasiun bus untuk free shuttle ke Gotemba Factory Outlet. Teman-teman Travelers gak perlu takut salah bus kok, karena di body bus nya ada tulisan Gotemba Factory Outlet. Shuttle bus yang menuju ke Gotemba Factory Outlet available setiap 15 menit begitu pula shuttle bus yang kembali menuju Gotemba Station. Kalau gak salah ingat bus paling malam itu kayaknya sih jam 8 atau 9 malam gitu deh. Untuk informasi lebih detail bisa ditanyakan di tourist information center yang terletak di seberang Gotemba Station sih.

Time Schedule Shuttle Bus Gotemba Factory Outlet

Sesampainya di Gotemba Factory Outlet, jangan lupa mampir ke tourist information booth, dimana nanti nya dengan menunjukkan paspor akan di berikan kupon voucher yang dapat digunakan untuk mendapatkan diskon potongan harga ketika berbelanja di Factory outlet. Jangan lupa juga untuk mengambil map Gotemba Factory Outlet, karena di map tersebut ada di infokan spot-spot untuk mengambil foto Fuji San yang oke banget.

Fuji San Sore Hari Di Gotemba Factory Outlet

Puas berbelanja dan waktu sudah sekitar jam 4.30 sore, maka kami pun berbagi menjadi 2 Grup. Ada yang masih mau berbelanja di Gotemba, dan ada yang kepengen menikmati Onsen sambil menikmati pemandangan Fuji San. Grup yang melanjutkan untuk berbelanja di Gotemba karena jaim tidak mau onsen di public onsen, hehehehe.. Akhirnya kami ber 5 yang tidak keberatan untuk public onsen berangkat dengan free shuttle bus dari Gotemba Factory Outlet menuju Gotemba Onsen Kaikan (Onsen yang legendaris dan kami dapatkan informasi nya dari tourist information center di seberang Gotemba Station). Perjalanan bus tidak lama, hanya sekitar 10 menit sudah tiba di Onsen Kaikan Station dan cukup berjalan kurang lebih 50 meter sudah sampai di lokasi Onsen. Biaya untuk 3 hour pass dewasa adalah 500 Yen. Maksudnya 3 hour pass ini, kita dapat melakukan Onsen, kemudian istirahat di ruang santai dan dapat balik nyebur ke tempat Onsen semau kita selama 3 jam tersebut. Namun kita memutuskan untuk Onsen kurang lebih 30 menit, kemudian mandi bersih-bersih dan balik ke Gotemba Station sih karena sudah sore banget (mau malem). Karena sudah terlalu sore dan tidak ada bus lagi, mau gak mau kami harus menerima kenyataan pahit.. Balik ke Gotemba Station pake Taksi uiy... Udah kayak Horang Khayah.... 15 menit perjalanan (+ sempat balik ketika baru jalan 2 menit karena drama payung ketinggalan di tempat Onsen) biayanya adalah 7500 Yen (hampir 900 ribu rupiah). Kapok benar-benar kapok deh, lain kali cek dulu bus paling terakhir jam berapa.. Ternyata bus paling akhir adalah jam 5 sore.. Kiranya seperti di kota dimana bus paling akhir adalah jam 12 an malam, hehehehe.. pengalaman yang berharga dan mahal... Jadi kalo teman-teman travelers mau kesini, jangan terlalu sore yah. Oh iya 1 hal lagi, ketika sampe di station dan kita turun dari taksi nya, tukang taksi nya muka nya agak jutek karena teman ku tutup pintu mobil nya secara manual.. Baru tahu kalau di Jepang itu untuk buka dan tutup pintu adalah otomatis di kontrol oleh pengemudi.. Jadi kita cukup turun ketika pintu terbuka dan di tinggalkan saja gak perlu kita tutup.. Nanti akan tertutup sendiri.. Well noted pembelajaran juga untuk saya :p

Gotemba Onsen Kaikan

Memang benar-benar pengalaman Onsen di Gotemba Onsen Kaikan ini wajib di coba bagi yang tidak keberatan dengan Public Onsen. Berendam sambil menikmati pemandangan Fuji San sangat membekas dan pastinya saya akan kesini lagi kalau ada kesempatan main ke area Gotemba. Oh iya belum di infokan, kalo Onsen di Jepang ini kita harus benar-benar bugil tanpa sehelai pakaian pun lho yah. Biasa ada di kasih handuk kecil, namun handuk kecil ini juga tidak boleh kena air di Onsen. Rambut juga tidak boleh di celup ke kolam onsen. Hal ini untuk menjaga air di kolam Onsen tetap steril dan bersih, karena air di kolam onsen mengandung mineral-mineral dari Gunung Berapi yang masih aktif di Jepang yang berkhasiat untuk mempercantik dan mengencangkan kulit tubuh. Dan juga bagi yang bertato tidak diperbolehkan untuk Onsen (tidak tahu kenapa alasannya, tp pastinya semua public Onsen melarang yang bertato untuk Onsen).

Budget Trip Japan - Day 4

Untuk perjalanan hari ke 4, tujuan kami adalah Edo Wonderland di Nikko. Di Edo Wonderland, kita bisa merasakan suasana Jepang seperti jaman-jaman era Samurai. Edo Wonderland merupakan theme park yang di sulap oleh Jepang hingga sedemikian rupa sehingga kita akan terbawa ke suasana jaman Edo dimana sekeliling kita ada para ninja, samurai, rakyat jelata, hingga hime (princess) berkeliaran. Jika beruntung, di sore hari nya bahkan kita bisa melihat Geisha beserta dengan rombongannya juga lho. Sangat recommended untuk teman-teman yang baru ke Jepang atau yang sudah ke Jepang tapi belum pernah ke sini.

Pemandangan di Depan Stasiun Nikko (JR). Bagus Bukan??

Jika teman-teman ada plan ke Edo Wonderland dan memegang JR Pass, maka trip ke Edo Wonderland sudah tercover fully by JR Pass. Lama perjalanan kurang lebih 2 jam-an ke Stasiun Nikko (JR). Dari Stasiun Nikko (JR), teman-teman cukup jalan ke luar dan kemudian ke arah kiri untuk menunggu shuttle bus ke Edo Wonderland. Shuttle bus ke Edo Wonderland nya free dan mudah dikenali karena ada gambar Edo Wonderland dengan Ninja dan karakter lainnya. Namun hanya pada jam-jam tertentu saja (10:00, 11:40, 13:25). Jadi saran saya sebaiknya spare 3 jam sebelumnya sudah ready berangkat ke Nikko, karena seat shuttle bus nya limited. Jika pada jam tersebut antrian cukup panjang, maka peluang dapat naik free shuttle bus menjadi susah. Opsi lain nya yaitu menggunakan bus berbayar (dapat di cek ke petugas di stasiun untuk nomor bus yang menuju ke Nikko). Lama perjalanan bus shuttle ke Edo Wonderland hanya 15 menit.

Free Shuttle Bus ke Edo Wonderland

Untuk tiket masuk ke Edo Wonderland adalah 4700 Yen. Namun saya sarankan untuk beli di travel di Indo dulu saja, karena lebih murah. Saya beli di HIS Travel seharga 432 Ribu ( http://his-travel.co.id/edo-wonderland). Tiketnya adalah open ticket, sehingga waktu perjalanan ke Edo Wonderland adalah fleksibel. Tidak di tentukan hari nya sebelumnya. Selama tiket tidak expired, maka dapat digunakan untuk 1x masuk ke Edo Wonderland.

Price List Sewa Kostum Edo Wonderland. Klik untuk Memperbesar.

Sesampainya kami di Edo Wonderland, kami langsung menuju tempat sewa kostum supaya suasana lebih blended dengan lokasi dan pastinya lebih photogenic donk, hehehehe... Harga sewa bervariasi tergantung kostum yang di inginkan. Untuk tim Pria, kami memilih kostum Samurai seharga 3900 Yen (sudah di pinjami sebuah pedang Katana asli pula - tapi tidak tajam sih kalau di cek, kwkwkwkw).. Sedangkan untuk tim Wanita, kami memilih yang murah meriah saja Towns Lady seharga 2900 Yen + Hair Setting seharga 500 Yen (Karena pilihan baju nya lumayan bagus walau harga nya paling murah). Setelah memilih kostum dan melakukan pembayaran ke kasir, maka kami di giring untuk masuk ke ruang ganti. Seluruh pakaian yang dikenakan perlu di lepas (hanya sisa dalaman saja lol) dan kemudian ada petugas yang akan membantu kami untuk mengenakan kostum nya (ternyata lumayan ribet pakai kostum nya, untung gak pakai sendiri hehehe). Setelah ganti kostum, kami akan diberikan loker untuk penyimpanan pakaian, tas, sepatu dll. Kami juga diberikan kantong gantungan (seperti bean bag) untuk simpan hp dan dompet / uang untuk berbelanja. Setelah kostum siap dipasang, kami pun siap keliling Edo Wonderland.

Jadi Lebih Kece kan Setelah Ganti Kostum hehehehe

Beberapa aktifitas yang dapat dilakukan di Edo Wonderland selain berbelanja pernak pernik dan souvenir serta mencicipi makanan di beberapa tempat makan dengan nuansa jaman Edo, adalah bermain di taman Maze, ada rumah hantu juga (tapi gk seram sih menurut kami), melihat beberapa pertunjukan theatre, dan yang wajib serta tidak boleh dilewatkan adalah Ninja Show. Apalagi yang bawa anak, dijamin akan senang sekali menonton pertunjukan Ninja Show. Pertunjukannya di kemas sedemikian rupa sehingga kesan nya adegan perkelahian menggunakan teknik yang sangat hebat serta di dukung latar dan nuansa theater yang keren membuat show yang satu ini wajib dan tidak boleh di lewatkan. Sayang kita tidak di perbolehkan mengambil foto atau video (kena denda uiy kalo ketahuan, jadi yah gak mau nekat lah kwkwkw). Oh iya, jangan lupa juga cari mascot Edo Wonderland (orang yang memakai kostum kucing putih) untuk foto bareng untuk kenang-kenangan Edo Wonderland juga yah.

Miaww... Foto Bersama Mascot Edo Wonderland

Setelah puas dari Edo Wonderland, kami berencana ke tempat Onsen yang lokasi nya dekat dengan Edo Wonderland untuk berendam air panas. Maka kami pun bergegas ganti pakaian dan naik bus regular ke Kinugawa Onsen Station (210 Yen per orang). Informasi nya sih banyak tempat Onsen di sekitar Kinugawa Onsen Station. Sesampai nya di Kinugawa Onsen Station, kami mengunjungi local tourist information centre yang ada di seberang station dan meminta informasi tempat-tempat Onsen yang dapat kami kunjungi. Setelah mendapatkan info nya, kami pun berjalan menuju lokasi Onsen. Sayang beberapa Onsen yang kami kunjungi tidak menyediakan private Onsen, hanya public Onsen saja (tetap di pisah antara Pria dan Wanita kok, tenang saja tidak di campur hehehehe). Tapi karena pada Jaim dan tidak nyaman di public Onsen, akhirnya kita membatalkan niat untuk  Onsen deh. Btw sore di area Kinugawa Onsen dingin banget uiy dan kita tidak bawa jaket pula (tanggal 17 April, masih angin-angin musim dingin nih). Kami pun memutuskan untuk menikmati free ashiyu (foot bath) di depan stasiun Kinugawa Onsen. Tidak lama setelah kami berendam kaki, hujan rintik-rintik mulai turun maka kami bergegas naik kereta ke stasiun yang dekat dengan Nikko (JR). Sayangnya kereta dari Kinugawa Onsen ke stasiun Nikko (Bukan Nikko (JR), berbeda yah) tidak di cover JR Pass, sehingga kita harus menggunakan Suica Card kita. Sesampai nya di statisun Nikko, kami harus berjalan kaki sekitar 200 meter ke stasiun Nikko (JR). Hujan masih berlangsung, untung nya setiap stasiun menyediakan payung gratis yang bisa kita pinjam. Cukup ambil di stasiun dan nantinya dapat di kembalikan di stasiun mana saja (tidak harus di kembalikan ke stasiun awal tempat kita mengambil). Dan kami pun melanjutkan perjalanan dari stasiun Nikko (JR) ke Tokyo.

Ashiyu (Foot Bath) Gratis di Depan Kinugawa Onsen Station

So jikalau teman-teman tidak ada niatan untuk Onsen, sebaiknya sih gk perlu ke Kinugawa. Cukup menghabiskan waktu sampai sore (di sesuaikan yah waktu dengan jam free shuttle nya) dan kembali ke stasiun Nikko (JR). Namun kalo tidak masalah untuk public Onsen, maka opsi ini cukup menarik.


06 August 2017

Budget Trip Japan - Day 3

Hari ini kami semua semangat sekali karena  kita akan mengunjungi Gala Yuzawa. Gala Yuzawa merupakan satu dari beberapa Ski Resort di Jepang. Untuk lokasi nya, Gala Yuzawa dekat dengan Tokyo, sehingga kami memutuskan kesini saja untuk bermain salju. Perjalanan ke Gala Yuzawa sendiri menggunakan kereta cepat Shinkansen dan lama tempuh adalah sekitar 1,5 Jam. Jika teman-teman berpergian dari bulan November s/d April, besar kemungkinan masih ada salju. Namun untuk bulan lainnya biasanya tidak ada salju dan Resort tidak beroperasi. Untuk detail apakah Ski Resort beroperasi atau tidak, dapat di cek di website resmi Gala Yuzawa disini.

Gondola menuju Arena Ski Gala Yuzawa

Seperti biasa untuk menuju ke lokasi, kami mengandalkan Hyperdia. Untuk menuju Gala Yuzawa, teman-teman dapat melakukan pencarian Shinkansen ke Echigo-Yuzawa dari stasiun terdekat tempat teman-teman tinggal, namun nantinya jangan turun di Echigo-Yuzawa, namun turun di stasiun berikutnya yaitu Gala Yuzawa. Stasiun Gala Yuzawa ini menyatu dengan Ski Resort nya. Teman-teman bisa langsung menuju ke konter untuk melakukan penyewaan peralatan. Jangan lupa menanyakan apakah ada promo untuk pengguna JR Pass ataupun Pass lainnya yang digunakan oleh teman-teman, karena biasanya ada promo khusus. Waktu saya dan teman-teman ku kesana, bagi pengguna JR Pass ada promo untuk akses masuk ke lokasi ski, gondola round trip serta rental glove, boots dan sled hanya senilai 2500 Yen per orang. Namun untuk promo ini hanya sampai base 1, yaitu arena untuk bermain papan sledder. Sedangkan bagi yang ingin bermain Ski menggunakan poles atau hoverboard harus membayar rental tambahan.

Bermain-main dengan Salju

Di Gala Yuzawa, selain teman-teman dapat bermain ski, bisa juga merasakan sensasi berendam air panas (hot spring). Namun dikarenakan kami sudah planning untuk merasakan hot spring pada perjalanan ke Mount Fuji (akan di ulas di artikel berikutnya), maka kami memutuskan untuk skip berendam di Gala Yuzawa (padahal dengan JR Pass ada promo diskon untuk berendam hot spring disini, hehehehe...). 

Meluncur Menggunakan Papan Sledder

Mungkin ada yang penasaran dengan bentul salju, sebenarnya seperti apa sih. Sebenarnya bentuk salju gak jauh berbeda dengan biang es yang muncul pada kulkas yang sudah mulai rusak saja. Namun agak sedikit lengket dan tidak mudah mencair ketika ada di tanah. Jika di genggam menggunakan tangan kosong (mungkin dikarenakan suhu hangat dari tubuh), proses pencairan salju lumayan cepat. Dan karena agak lengket sehingga salju mudah di bentuk-bentuk. Tidak heran banyak yang membuat boneka salju kalau kita nonton di televisi hehehehe...

Pemandangan dari Food Court Gala Yuzawa

Setelah bermain dan perut merasakan lapar, teman-teman dapat menikmati makan siang di food court Gala Yuzawa di temani dengan pemandangan gunung bersalju yang sangat indah. Makanan yang ditawarkan di food court Gala Yuzawa terbilang tidak mahal dan enak rasanya. Saya sendiri memutuskan untuk mencoba nasi sapi bakar nya (kurang tau apa nama nya karena dalam bahasa kanji, jadi lgsg tunjuk gambar ke pelayannya saja). Daging sapi yang disajikan sangat wangi dan empuk sekali daging nya, memang juara rasa nya dan tidak salah pilih, lol... Setelah selesai makan, teman-teman dapat melanjutkan bermain kembali. Namun dikarenakan kami berencana untuk mengunjungi Akihabara, maka kami memutuskan untuk meninggalkan Gala Yuzawa dan langsung naik shinkansen menuju Tokyo di lanjutkan menuju Akihabara.

Nasi Sapi Food Court Gala Yuzawa

Kami memutuskan untuk mengunjungi beberapa spot yang cukup terkenal di Akihabara, yaitu Gundam Cafe, AKB 48 Cafe, Mandarake, dan Akihabara Crossfield & Anime Center. Lokasi spot-spot ini tidak jauh dari stasiun Akihabara. Untuk Gundam Cafe dan AKB 48 cafe, lokasi nya persis di depan pintu keluar stasiun Akihabara. Sedang untuk Mandarake dan Akihabara Crossfield, cukup berjalan sekitar 5 menit dari pintu masuk stasiun.

Atas: AKB48 Cafe       Bawah: Gundam Cafe

Kami hanya berfoto-foto di depan Gundam Cafe dan AKB48 Cafe karena tidak terlalu fans dengan Gundam dan grup musik AKB48. Namun karena sudah disini, jadi foto saja untuk bukti bahwa sudah mengunjungi kedua cafe yang cukup ngetop ini lol.. Sebenarnya di Akihabara ini juga ada Maid Cafe (Maid Dreamin Cafe), dimana cafe dilayani oleh pelayan yang menggunakan pakaian yang imut seperti ala-ala barat. Namun cukup mahal harga makanan dan bahkan ada biaya per jam nya untuk masuk (kami menilai kurang worthed).

Atas: Akihabara Cross Field Tengah: Maid Dreamin Cafe Bawah: Akihabara Radio Kaikan

Akihabara benar-benar surga bagi pecinta anime dan elektronik. Bagi para pecinta anime jepang, wajib datang kesini, karena banyak sekali koleksi-koleksi anime yang di jual dengan harga murah. Dan jika beruntung maka teman-teman dapat mendapatkan koleksi yang langka dengan harga yang bersahabat. Salah satu departemen store yang menjual koleksi-koleksi anime yang lengkap adalah Mandarake. Untuk elektronik, khusus nya game console kami agak kurang menyarankan beli di Jepang, dikarenan versi game console disini walaupun murah, namun hanya dapat main game-game keluaran dari Jepang saja. Kebetulan ada teman yang titip beli patung action figure One Piece, jadi kami sekalian melihat koleksi-koleksi jualan yang ada di sini. Memang tidak pernah habis-habisnya kami dibuat kagum dengan pemandangan yang disuguhkan di Jepang.

To Be Continued Budget Trip Japan - Day 4

26 July 2017

Budget Trip Japan - Day 2

Udara di Tokyo pas bulan April gitu sudah tidak terlalu dingin, walau kadang pagi-pagi banget atau malam kalau ada angin, cukup menusuk dinginnya. Karena sudah rugi 1 hari perjalanan, akhirnya kami memutuskan untuk hari ke 2 ini akan kami gunakan waktu nya untuk eksplore Tokyo semaksimal mungkin. Dan kami memutuskan untuk berangkat pagi sebelum jam 7 sudah harus jalan dari penginapan (untuk menghindari rush hour juga).

Restoran yang unik, ada mangkok dengan sumpit mie yang naik-turun



Tujuan pertama yang kami incer adalah Ueno Park. Kenapa Ueno Park? Karena mid April sudah akhir sakura blossom. Tentu saja kita gak mau ketinggalan menikmati sakura blossom (karena ini salah satu alasan kami travelling ke Jepang bulan segitu, plan awal sebenarnya mau Maret, namun biasanya banyak pekerjaan di bulan Maret maka kami undur waktunya ke mid April). Untuk menuju Ueno Park, bisa naik kereta JR dan turun di Ueno Station. Ueno Station merupakan salah satu  stasiun utama di Jepang, karena merupakan titik pertemuan beberapa jalur kereta (JR, Metro, Subway dan Shinkansen). Di Ueno Station juga ada pusat perbelanjaan lho, jadi kalau bagi yang gak buru-buru dapat shopping cantik dulu di stasiun ini, hehehehe... Nah mumpung pas ada di Ueno Station, kami mengaktifkan JR Pass yang sudah di beli di Jakarta sebelumnya di counter JR. Pada saat penukaran, kita cukup mengisi form yang akan di berikan petugas JR dengan di lengkapi tiket JR yang didapatkan ketika dibeli dan menyertakan paspor asli. Untuk tanggal pengaktifan bisa di pilih kok, jadi tidak berarti harus mengaktifkan hari itu juga. Selesai mengurus pengaktifan JR Pass, kami langsung menuju Ueno Park melalui pintu exit "Park Exit". Btw ketika kita seberang dari Park Exit, karena juga belum sarapan, akhirnya kita memutuskan untuk sarapan di salah satu restoran (Nama Restoran tidak jelas karena dalam bahasa Jepang). Selain kelihatan sangat menggiurkan, juga harga nya sangat bersahabat (cek harga pada gambar diatas. Paket promo 1 mangkok regular mie Udon polos dengan 1 piring nasi goreng ukurang kecil hanya seharga 400 Yen. Untuk minum nya tinggal ambil gratis sepuasnya minum. Kalau bawa botol pribadi boleh di isi juga kok. Lumayan buat sarapan 2 orang). Di Ueno Park, kami hanya berfoto2 dan senang masih ada Sakura disana (konon teman yang berangkat kesana 1 minggu kemudian setelah saya, katanya Sakura nya sudah hilang, kwkwkwkwkw).

Sakura nya indah sekali di Ueno Park

Tidak berlama-lama di Ueno Park, kami langsung menuju Asakusa (jika naik kereta, maka turun di Asakusa Station). Jika mengunjungi Asakusa tentunya ada landmark yang paling ngetop dan wajib di kunjungi jika ke Tokyo yaitu Sensō-ji Temple. Temple ini sangat ngetop dengan gerbang Kaminarimon (Thunder Gate) dengan Lampion Raksasa bewarna merah yang menggantung di pintu gerbang nya. Selain berfoto ria di Asakusa, banyak jajanan lokal traditional snack juga di dalam halaman sebelum masuk Temple nya. Area jajanan sepanjang 200 meter ini lebih banyak di kenal oleh penduduk setempat dengan nama Nakamise.  Dijamin kantong bisa bolong kalau tidak di rem jajan nya disini, karena semua jajanan traditional nya sangat menggiurkan, mulai dari Dango (mirip-mirip mochi yang di celup sauce manis khusus), Aneka product dari Matcha (Japanese Green Tea), Strawberry Mochi (ini wajib dicoba sih, strawberry nya besar dan manis) dan banyak lagi. Juga banyak sovenir juga yang di jual di Nakamise.

Kaminarimon Gate

Setelah puas kami pun mengunjungi destinasi berikutnya. Tempat paling iconic di Jepang, yaitu Shibuya Crossing dan yang gak boleh di lewatkan adalah Patung Hachiko. Dari Asakusa, kami langsung menuju Shibuya Station. Sudah seperti suatu kewajiban kalau ke Tokyo, lokasi ini paling tidak boleh di lewatkan. Tidak banyak yang kami lakukan disini karena tidak ada niatan untuk shopping (namanya juga budget traveller, hehehehe).. Selain foto-foto di Patung Hachiko, saya mencoba untuk mengabadikan momen Shibuya Crossing dengan Video yang dapat di ambil dengan jelas gambar nya di stasiun Shibuya. Btw banyak info katanya teras Starbucks di depan Stasiun Shibuya adalah tempat paling bagus untuk mengambil dan mengabadikan momen Shibuya Crossing, namun denger-denger katanya pihak Starbucks sudah melarang pengunjungi untuk bisa menuju ke teras nya lagi, hikz sayang banget.

Hachiko Statue di Shibuya

Dari Shibuya, karena sudah agak sore kami menuju Harajuku. Untuk menuju Harajuku, kami memilih untuk jalan kaki sekalian mampir melewati "Cat Street" yang konon katanya banyak jajanan menarik (mumpung gak makan siang berat, jadi kerjaan nya disana cari jajanan khas saja). Walaupun namanya "Cat Street" bukan berarti area disini banyak kucing lho yah, dan percaya gk percaya selama di "Cat Street" ini 1 kucing pun tidak nampak batang hidung nya, hehehehe.. Untuk detail nya disarankan mengaktifkan Google Maps dan di set tujuannya adalah "Cat Street" dulu, baru nanti dari "Cat Street" dapat di lanjutkan ke Harajuku. Lama perjalanan dari Shibuya ke "Cat Street" tidak sampai 15 menit sih, jadi anggap saja jogging sekalian menghemat uang transportasi lol. Jajanan yang kami coba di "Cat Street" sini adalah Takoyaki karena penasaran dengan antrian nya yang lumayan ramai (di foto tidak terlihat rame karena setelah bayar dan ambil nomor, pada duduk di seberang nya). Ada berbagai jenis topping nya, namun kami pilih yang Gurita + Beef Bacon saja. Harga per porsi nya mulai hanya 550 Yen. Dan memang rasanya enak sekali, beda dengan Takoyaki yang kita makan di Indonesia, hehehehe... 

Takoyaki Time

Dan akhirnya kita tiba di Harajuku sudah malam. Dan karena cm kebanyakan jajan-jajanan ringan dan 1 porsi di makan rame-rame, akhirnya perut keroncongan dan kami memutuskan untuk mencoba Yoshinoya yang ada di Jepang langsung untuk perbandingan. Tentunya menu disini menyediakan yang tidak halal, beda dengan di Indonesia yang Yoshinoya nya sudah halal. Untuk harga, tidak berbeda jauh dengan Yoshinoya di Indonesia, di kisaran harga 30-50rb (300-400 Yen). Soal rasa, karena menurut lidah saya Indonesia punya sudah di custom sesuai selera lokal, jadi Yoshinoya di Indonesia adalah yang lebih enak. Selain itu Yoshinoya di Jepang tidak ada menu gorengan nya juga. Untuk minum, sepertinya di semua restoran di Jepang menyediakan minum gratis, jadi tidak perlu takut beli air mineral yang mahal harganya (1 botol = 100 Yen kalau beli di supermarket). Kalau bawa botol, seperti di infokan diatas, boleh isi ke botol pribadi (cuek aja pasang muka badak, hehehe). Di Harajuku, kami lumayan borong sovenir di Daisho (100 Yen Shop). Banyak yang unik-unik Daisho nya, lebih komplit dari Daisho yang ada di Indonesia. Lokasi Daisho ada di Takeshita-Dori di area Harajuku. Selain Daisho, banyak toko-toko yang jual sovenir juga dan jajanan.

Harajuku Station

Selesai juga perjalan hari ke 2. Karena padat nya schedule (terpaksa dipadatkan karena banyak tempat yang akan kami kunjungi), ketika balik ke penginapan sudah jam 11 malam. Kami juga bersih-bersih (karena cuma ada 1 kamar mandi akhirnya antri dan yang paling akhir baru kebagian jam 12an lol) dan setelah itu beristirahat untuk melanjutkan journey besok hari nya.

Continued in Budget Trip Japan - Day 3