14 June 2017

Mari Buat E-Paspor Yuk....

Setelah sekian lama sibuk dan absen menulis di blog ini, akhirnya ada waktu luang untuk menulis kembali di blog ini. Kali ini Saya akan mencoba memberikan informasi yang cukup penting jika teman-teman berencana untuk berlibur ke luar negeri, yaitu Paspor. Syarat utama untuk dapat berpergian ke luar negeri, yaitu paspor nya harus masih aktif minimal 6 bulan pada hari H keberangkatan lho. Jadi ayo coba di cek kembali paspor nya, kapan expired nya. Jangan sampai paspor expired dan membuat perjalanan teman-teman menjadi terganggu. 

Buat paspor itu sebenarnya gampang kok. Jadi tidak perlu menggunakan jasa calo untuk membuat nya (Kalo pakai jasa calo, biasanya tariff nya bisa sampai 2x lipat harga normal). Tulisan saya kali ini akan membagikan pengalaman saya waktu bikin E-Paspor. Kenapa E-Paspor? Kan harga nya lebih mahal dari paspor regular? 

Kebetulan karena paspor saya sudah mau habis masa berlaku nya 6 bulan lagi dan 4 bulan lagi saya sudah ada plan untuk wisata ke Jepang, maka saya memutuskan untuk membuat E-Paspor saja.Kelebihan dengan E-Paspor ini, kita dapat apply visa waiver di kedutaan Jepang untuk mengunjungi Jepang secara gratis lho.. Pertanyaan yang sering muncul, "lho, saya kan gak ada plan untuk ke Jepang.. Kenapa harus bikin E-Paspor?". Sekarang ini mungkin baru Jepang yang dapat free Visa menggunakan E-Paspor nya, namun kedepannya saya rasa kan tambah lagi negara lainnya, so kenapa tidak bikin E-Paspor.

Saat ini E-Paspor hanya dapat di buat di seluruh kantor Imigrasi di Jakarta, Surabaya, dan Batam. Untuk kota-kota lainnya mungkin akan menyusul nanti nya. (data berdasarkan info dari web kantor Imigrasi: http://www.imigrasi.go.id/). Untuk membuat E-Paspor, maka saya memutuskan untuk memilih kantor Imigrasi Soekarno-Hatta karena saya berdomisili di Jakarta. Berdasarkan hasil analisa dan pengecekan di beberapa sumber terpecaya, sepertinya kantor Imigrasi ini yang antriannya tidak sesadis antrian di kantor Imigrasi lainnya, hehehehe....

Saya berangkat ke kantor Imigrasi Soekarno-Hatta jam 5 pagi dan sampai di kantor Imigrasi sekitar jam Stengah 6 (Khusus hari Selasa dan Jumat waktu itu sih kantor Imigrasi Soekarno-Hatta beroperasi jam 6 pagi, tapi saya cari-cari info nya sekarang di website Imigrasi Soekarno-Hatta, sekarang setiap Senin s/d Jumat baru aktif Operasional jam 8 Pagi). Saran saya adalah kalau bisa standby 1 jam sebelum jam Operasional di mulai, karena jam Operasional kantor Imigrasi adalah hanya sampai jam 10 pagi untuk permohonan pembuatan paspor. Jika sampai jam 10 teman-teman belum mendapatkan nomor antrian, maka akan di suruh pulang oleh sekuriti dan mengulang proses antrian keesokan hari nya (sumber: http://soekarnohatta.imigrasi.go.id).

Tata Cara Berpakaian di Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta

Berikut dokumen-dokumen yang harus di persiapkan untuk permohonan pembuatan paspor (baik paspor regular maupun E-Paspor):
  1. E-KTP (wajib E-KTP, karena kalau masih KTP Biasa maka tidak akan dilayani dan disuruh pulang. Kalau E-KTP nya belum jadi karena masalah blanko, maka harus ada surat pendukung dari RT / Lurah setempat yang menyatakan bahwa E-KTP masih dalam proses pembuatan)
  2. Kartu Keluarga
  3. Akta kelahiran, 
  4. Akta perkawinan atau buku nikah (jika ada)
  5. Ijazah (jika ada)
  6. Surat penetapan ganti nama dari pejabat yang berwenang bagi yang telah mengganti nama
  7. Paspor Lama
Khusus untuk dokumen nomor 1, 2, 3, 6, dan 7, wajib di fotokopi di kertas A4 (ingat, wajib A4 yah tidak boleh kertas ukuran lain), dan tidak boleh di potong. Sekali lagi tidak boleh di potong kertas A4 nya, hehehe... Bagi anak dibawah umur 17 tahun maka dapat menggunakan E-KTP kedua orang tua nya.
 
Sebagai Informasi, jika teman-teman mau membuat E-Paspor, maka harus walk in yah. Jika melakukan pendaftaran online, maka tidak bisa. Tetap harus antri lagi di kantor Imigrasi nya. Karena aplikasi online baru hanya untuk pemohon paspor biasa. Setelah antri dan mendapatkan nomor antrian, maka teman-teman dapat melengkapi formulir yang akan diberikan dan dilengkapi dengan dokumen yang dijelaskan diatas dan diserahkan ke petugas yang menjaga loket. Petugas loket akan memberikan nomor antrian untuk sesi interview. Di sesi interview ini biaanya petugas akan bertanya mau kemana dalam waktu dekat, alasan bikin paspor, dan kemudian akan di foto. Selesai sesi interview maka akan diberikan lembar bukti pengantar pembayaran.
 
Contoh Lembar Bukti Pengantar Pembayaran
 
Teman-teman bisa pulang setelah menerima lembar bukti pengantar pembayaran. Untuk pembayaran, teman-teman dapat dilakukan di 59 bank. Berikut 34 list bank nya yang waktu itu ada di tempel di kantor Imigrasi:
 
List Nama-Nama Bank untuk Pembayaran Paspor
 
Setelah melakukan pembayaran paspor, teman-teman dapat menunggu 3-4 hari (walaupun di lembar bukti pengantar pembayaran di informasikan untuk menunggu hingga 6 hari). Untuk mengetahui apakah paspor teman-teman sudah siap atau belum, teman-teman dapat mengirimkan SMS ke Gateway kantor Imigrasi di nomor 0812-1919-1847. Nomor ini yang jawab mesin kok, jadi tenang gk perlu menunggu staf imigrasi untuk balas atau takut SMS kita tidak dibaca (kecuali sistem SMS nya lagi ngadet, hehehe).. Fungsi SMS Gateway ini tidak cuma  dipakai untuk mengecek status permohonan pembuatan paspor kita lho. 
 
 
SMS Gateway Imigrasi

Contoh SMS Imigrasi
 
Jika SMS nya menginformasikan bahwa paspor sudah selesai dan siap diambil, maka teman-teman dapat datang ke kantor imigrasi untuk pengambilan paspor. Untuk pengambilan paspor dilakukan di tempat teman-teman melakukan permohonan pembuatan paspor yah.. Waktu untuk pengambilan paspor baru di layanan pada jam 13.00 s/d 15:45, so jangan sampai telat yah. Soalnya kalau lewat jam nya tidak akan dilayani oleh petugas Imigrasi. Untuk antriannya tidak sebanyak pada saat melakukan permohonan pembuatan paspor kok. Jika kebetulan teman-teman berhalangan untuk mengambil paspor yang sudah jadi, bisa diwakilkan juga lho, asal dokumen-dokumen pendukung disertakan.

Persyaratan untuk Pengambilan Paspor
 
Note: Bagi teman-teman yang ingin meminta paspor lama nya untuk koleksi atau disimpan, jangan lupa minta pada saat pengambilan yah. Biasanya harus isi formulir permintaan paspor lama (formulir dijual di Koperasi Kantor Imigrasi), namun pada waktu itu kebetulan Saya tidak diminta formulirnya. Mungkin karena rejeki anak sholeh hehehe..

So, gampang bukan untuk membuat paspor sendiri? Jadi daripada pakai calo dan membiasakan calo berkembang di kantor Imigrasi, sebaiknya buat paspor sendiri saja. Semoga sharing informasi dari saya ini berguna untuk teman-teman sekalian. Selamat membuat paspor dan selamat jalan-jalan....