23 July 2017

Budget Trip Japan - Day 1

Akhirnya impian untuk pergi ke Jepang setelah beberapa tahun cuma bisa di lihat di layar televisi dan denger cerita dari teman terwujud juga. Bermula dari adanya tiket promo di Air Asia dan kebetulan pas searching tanggal nya pas dengan availability saya, akhirnya saya dan teman-teman memutuskan untuk next trip ke negeri Sakura ini. Harga tiket promo untuk perjalanan dari Jakarta - Tokyo (transit Kuala Lumpur) dan untuk pulang nya kami memutuskan dari Osaka - Jakarta (transit Kuala Lumpur) adalah sebesar 4 jt Rupiah (tanpa bagasi dan insurance). Sebenarnya di bandingkan dengan promo tiket pada saat event Japan Travel Fair, ternyata gak murah-murah amat sih, hahaha... Jadi pengalaman aja kalau incer tiket pada saat travel fair saja, karena sekarang Air Asia tidak semurah yang dibayangkan lagi. Belum lagi kalau tambah bagasi dan insurance, boom... harga meledak sampai 6jt++...

14 April 2017, saya beserta istri dan teman berangkat dari Jakarta naik Air Asia penerbangan jam 8.35 pagi. Seperti biasa kalau penerbangan pagi jarang delay dan kami tiba di Kuala Lumpur sekitar jam 11.30 siang waktu setempat. Penerbangan berikut nya adalah jam 14.40 waktu Kuala Lumpur. Untuk urusan ke Jepang, sepertinya ketat sekali karena info dari beberapa teman yang sudah kesana sebelumnya bahwa Jepang adalah negara yang sangat menghargai waktu. Telat seperti suatu hal yang tabu. Maka penerbangan dari Kuala Lumpur ke Tokyo juga tidak ada delay dan aman sesuai waktu yang sudah di informasikan. (Pemeriksaan khusus ke Jepang entah kenapa menurut saya lebih ketat dibandingkan negara lain ketika mau masuk ruang tunggu.. Saran saya 2 jam sebelum keberangkatan sudah boleh standby di waiting room). Setelah 6 jam lebih perjalanan dimana kaki sudah pegal karena space yang kecil (yah namanya juga naik budget airlines jadi di nikmati saja, hahaha), akhirnya kami tiba di bandara Haneda sekitar jam 22.00 waktu Jepang. Karena sudah malam dan kami mengejar kereta malam (sebagai informasi, kereta terakhir di Jepang sekitar jam 12 malam dan biaya taksi nya muahal pake banget nget nget...) akhirnya kami gak foto-foto lagi. Sempat kaget ketika melihat antrian di imigrasi panjang banget, tapi untung nya karena petugas jepang cukup profesional dan pelayanan sangat rapi, sekitar jam 22.40 semua member selesai dari imigrasi dan kami langsung kayak kesetanan lari menuju statsiun metro yang ada di area bandara. 

http://www.hyperdia.com/


Kebetulan ada teman yang kesana sebulan sebelumnya jadi kami tidak perlu antri tiket lagi karena sudah titip beli 5 kartu Suica. Jika belum ada kartu ini (dan kemungkinan kalau malam tidak ada konter tiket yang jual lagi karena tidak terlihat), maka harus beli tiket sekali jalan. Untuk tahu kereta yang akan jalan dalam waktu dekat, teman-teman dapat akses hyperdia.com untuk mengecek jadwal kereta dan jenis kereta nya. Teman-teman tinggal mengetik dari mana dan akan menuju kemana, kemudian di sesuaikan waktu nya. Jika sudah membeli JR Pass dan kebetulan di aktifkan di stasiun kereta di bandara (bagi yang tiba di bandara pagi atau siang) dan mau berhemat, maka bisa klik more option pada hyperdia dan memilih Corp yang diaktifkan hanya yang JR saja. Btw walaupun JR mengcover seluruh Shinkansen JR, namun khusus Kereta Nozomi, Mizuho dan Hayabusa tidak dicover yah. Jadi hati-hati pada saat memilih kereta. 

http://www.haneda-airport.jp/en/access.html


Untuk menuju pusat kota ada 2 jalur yang di lalui beda kereta. Untuk JR Pass bisa memilih Keikyu Line. Sedangkan Tokyo Monorail di handle oleh perusahaan berbeda dan hanya bisa menggunakan Suica atau tiket sekali jalan. Karena saya dan teman-teman belum mengaktifkan JR Pass (sengaja memang mau diaktifkan pada hari ke 3 saja), dan sudah memiliki Suica, kami memilih menggunakan tokyo Monorail menuju Hamamatsucho.


Muka Ngantuk Tapi Senang

Perjalanan ke Hamamatsucho hanya sekitar 20 menit dan kereta plong. Makanya masih sempat foto dan masih bisa senyum walau sudah ngantuk (mungkin faktor usia, padahal travelling dulu sampai jam 1 atau 2 pagi masih seger, hehehe).. Neraka baru dirasakan ketika dari Hamamatsucho mau melanjutkan perjalanan ke penginapan kami di Ueno dimana jalur yang dilalui adalah menggunakan Yamanote Line (digambar diatas adalah gambar loop bulat bewarna hijau). Benar-benar tidak disangka, sudah malam banget dan mau jam 12, namun penumpang nya buejibun bener.. Akhirnya kami merasakan naik kereta seperti yang di lihat di film-film Jepang dimana petugasnya mendorong paksa para penumpang untuk masuk supaya pintu bisa di tutup (tapi sepertinya kereta di Indo juga udah mulai ganas kayak gitu sih).. Mau gerak saja susah mana orang Jepang kalau padet gitu males pegang pegangan kereta, sehingga ketika kereta belok maka mereka jatuhin diri aja ke samping, toh pikirnya ada yang nahan. Dan saya yang nahan karena sambil bawa koper, mau mampus rasa nya nahan badan orang sambil jaga koper. Ampun DJ dah bener-bener.. Ternyata pada ngejer kereta terakhir makanya rame gitu.. Belum lagi orang Jepang tuh kalo malam suka ke bar minum-minum dulu, makanya bau bir gitu deh..


Pelajaran selama naik kereta di Jepang:
  1. Jam Rush Hour adalah jam 7-9 pagi, 5-7 sore, dan 11 malam keatas
  2. Kalau sudah masuk jam Rush Hour, jika gk mau sempit-sempitan, hindari Yamanote Line
  3. Kalaupun Rush Hour dan masuk Yamanote Line selama tidak bawa koper masih mendingan. Cukup geser jangan dekat dengan pintu, tapi masuk ke tengah area yang ada kursi tempat duduk. Gak usah takut gak bisa keluar kalaupun rame, karena orang Jepang baik-baik kok.. tau kalau ada yang mau keluar, akan di bantu dan di beri jalan (nah ini yang saya heran, kenapa tiba-tiba ada ruang kosong yah kalau mau keluar, padahal kadang gk ada yang keluar di stasiun, hehehehe..)

Dikarenakan naik pesawat malam, sampai di penginapan sudah malam dan badan sudah capek setelah desak-desakan di kereta, kami langsung beres-beres dan tidur supaya besoknya bisa langsung bangun pagi dan eksplore Tokyo.

Pelajaran lainnya kalau mau ke Jepang:
  1. Jangan lagi naik pesawat yang sampai di Jepang malam hari. Sangat beresiko tidak dapat kereta. Kalaupun dapat kereta, potensi kena rush hour. Jika ketinggalan kereta terakhir, pilihan nya adalah tidur di bandara dan mengejar kereta besok pagi atau naik taksi (siap-siap merogoh kocek sampai dengan 3 juta untuk 1 kali perjalanan dari Haneda ke Tokyo). Kalaupun naik bus, hanya sampai stasiun besar seperti Shinjuku atau Shibuya. Dan harganya juga gk murah bisa sampai dengan ratusan ribu. Bayangkan kalau penginapannya tidak di Shinjuku atau Shibuya.
  2. Waktu sudah habis 1 hari. Adik saya yang sudah berangkat sehari sebelumnya (berangkat malam jam 11 atau jam 12 malam dan sampai di Jepang jam 9 pagi) sudah jalan-jalan duluan di sekitaran kota Tokyo dan sudah kirimin gambar foto nya pula ke saya.
  3. Di ingatkan lagi in case lupa, hindari Yamanote Line ketika Rush Hour. Apalagi kalau ada orang tua yang ikut travelling, kasian banget..

Continued in Budget Trip Japan - Day 2

No comments:

Post a Comment