26 July 2017

Budget Trip Japan - Day 2

Udara di Tokyo pas bulan April gitu sudah tidak terlalu dingin, walau kadang pagi-pagi banget atau malam kalau ada angin, cukup menusuk dinginnya. Karena sudah rugi 1 hari perjalanan, akhirnya kami memutuskan untuk hari ke 2 ini akan kami gunakan waktu nya untuk eksplore Tokyo semaksimal mungkin. Dan kami memutuskan untuk berangkat pagi sebelum jam 7 sudah harus jalan dari penginapan (untuk menghindari rush hour juga).

Restoran yang unik, ada mangkok dengan sumpit mie yang naik-turun

video


Tujuan pertama yang kami incer adalah Ueno Park. Kenapa Ueno Park? Karena mid April sudah akhir sakura blossom. Tentu saja kita gak mau ketinggalan menikmati sakura blossom (karena ini salah satu alasan kami travelling ke Jepang bulan segitu, plan awal sebenarnya mau Maret, namun biasanya banyak pekerjaan di bulan Maret maka kami undur waktunya ke mid April). Untuk menuju Ueno Park, bisa naik kereta JR dan turun di Ueno Station. Ueno Station merupakan salah satu  stasiun utama di Jepang, karena merupakan titik pertemuan beberapa jalur kereta (JR, Metro, Subway dan Shinkansen). Di Ueno Station juga ada pusat perbelanjaan lho, jadi kalau bagi yang gak buru-buru dapat shopping cantik dulu di stasiun ini, hehehehe... Nah mumpung pas ada di Ueno Station, kami mengaktifkan JR Pass yang sudah di beli di Jakarta sebelumnya di counter JR. Pada saat penukaran, kita cukup mengisi form yang akan di berikan petugas JR dengan di lengkapi tiket JR yang didapatkan ketika dibeli dan menyertakan paspor asli. Untuk tanggal pengaktifan bisa di pilih kok, jadi tidak berarti harus mengaktifkan hari itu juga. Selesai mengurus pengaktifan JR Pass, kami langsung menuju Ueno Park melalui pintu exit "Park Exit". Btw ketika kita seberang dari Park Exit, karena juga belum sarapan, akhirnya kita memutuskan untuk sarapan di salah satu restoran (Nama Restoran tidak jelas karena dalam bahasa Jepang). Selain kelihatan sangat menggiurkan, juga harga nya sangat bersahabat (cek harga pada gambar diatas. Paket promo 1 mangkok regular mie Udon polos dengan 1 piring nasi goreng ukurang kecil hanya seharga 400 Yen. Untuk minum nya tinggal ambil gratis sepuasnya minum. Kalau bawa botol pribadi boleh di isi juga kok. Lumayan buat sarapan 2 orang). Di Ueno Park, kami hanya berfoto2 dan senang masih ada Sakura disana (konon teman yang berangkat kesana 1 minggu kemudian setelah saya, katanya Sakura nya sudah hilang, kwkwkwkwkw).

Sakura nya indah sekali di Ueno Park

Tidak berlama-lama di Ueno Park, kami langsung menuju Asakusa (jika naik kereta, maka turun di Asakusa Station). Jika mengunjungi Asakusa tentunya ada landmark yang paling ngetop dan wajib di kunjungi jika ke Tokyo yaitu Sensō-ji Temple. Temple ini sangat ngetop dengan gerbang Kaminarimon (Thunder Gate) dengan Lampion Raksasa bewarna merah yang menggantung di pintu gerbang nya. Selain berfoto ria di Asakusa, banyak jajanan lokal traditional snack juga di dalam halaman sebelum masuk Temple nya. Area jajanan sepanjang 200 meter ini lebih banyak di kenal oleh penduduk setempat dengan nama Nakamise.  Dijamin kantong bisa bolong kalau tidak di rem jajan nya disini, karena semua jajanan traditional nya sangat menggiurkan, mulai dari Dango (mirip-mirip mochi yang di celup sauce manis khusus), Aneka product dari Matcha (Japanese Green Tea), Strawberry Mochi (ini wajib dicoba sih, strawberry nya besar dan manis) dan banyak lagi. Juga banyak sovenir juga yang di jual di Nakamise.

Kaminarimon Gate

Setelah puas kami pun mengunjungi destinasi berikutnya. Tempat paling iconic di Jepang, yaitu Shibuya Crossing dan yang gak boleh di lewatkan adalah Patung Hachiko. Dari Asakusa, kami langsung menuju Shibuya Station. Sudah seperti suatu kewajiban kalau ke Tokyo, lokasi ini paling tidak boleh di lewatkan. Tidak banyak yang kami lakukan disini karena tidak ada niatan untuk shopping (namanya juga budget traveller, hehehehe).. Selain foto-foto di Patung Hachiko, saya mencoba untuk mengabadikan momen Shibuya Crossing dengan Video yang dapat di ambil dengan jelas gambar nya di stasiun Shibuya. Btw banyak info katanya teras Starbucks di depan Stasiun Shibuya adalah tempat paling bagus untuk mengambil dan mengabadikan momen Shibuya Crossing, namun denger-denger katanya pihak Starbucks sudah melarang pengunjungi untuk bisa menuju ke teras nya lagi, hikz sayang banget.

Hachiko Statue di Shibuya
video

Dari Shibuya, karena sudah agak sore kami menuju Harajuku. Untuk menuju Harajuku, kami memilih untuk jalan kaki sekalian mampir melewati "Cat Street" yang konon katanya banyak jajanan menarik (mumpung gak makan siang berat, jadi kerjaan nya disana cari jajanan khas saja). Walaupun namanya "Cat Street" bukan berarti area disini banyak kucing lho yah, dan percaya gk percaya selama di "Cat Street" ini 1 kucing pun tidak nampak batang hidung nya, hehehehe.. Untuk detail nya disarankan mengaktifkan Google Maps dan di set tujuannya adalah "Cat Street" dulu, baru nanti dari "Cat Street" dapat di lanjutkan ke Harajuku. Lama perjalanan dari Shibuya ke "Cat Street" tidak sampai 15 menit sih, jadi anggap saja jogging sekalian menghemat uang transportasi lol. Jajanan yang kami coba di "Cat Street" sini adalah Takoyaki karena penasaran dengan antrian nya yang lumayan ramai (di foto tidak terlihat rame karena setelah bayar dan ambil nomor, pada duduk di seberang nya). Ada berbagai jenis topping nya, namun kami pilih yang Gurita + Beef Bacon saja. Harga per porsi nya mulai hanya 550 Yen. Dan memang rasanya enak sekali, beda dengan Takoyaki yang kita makan di Indonesia, hehehehe... 

Takoyaki Time

Dan akhirnya kita tiba di Harajuku sudah malam. Dan karena cm kebanyakan jajan-jajanan ringan dan 1 porsi di makan rame-rame, akhirnya perut keroncongan dan kami memutuskan untuk mencoba Yoshinoya yang ada di Jepang langsung untuk perbandingan. Tentunya menu disini menyediakan yang tidak halal, beda dengan di Indonesia yang Yoshinoya nya sudah halal. Untuk harga, tidak berbeda jauh dengan Yoshinoya di Indonesia, di kisaran harga 30-50rb (300-400 Yen). Soal rasa, karena menurut lidah saya Indonesia punya sudah di custom sesuai selera lokal, jadi Yoshinoya di Indonesia adalah yang lebih enak. Selain itu Yoshinoya di Jepang tidak ada menu gorengan nya juga. Untuk minum, sepertinya di semua restoran di Jepang menyediakan minum gratis, jadi tidak perlu takut beli air mineral yang mahal harganya (1 botol = 100 Yen kalau beli di supermarket). Kalau bawa botol, seperti di infokan diatas, boleh isi ke botol pribadi (cuek aja pasang muka badak, hehehe). Di Harajuku, kami lumayan borong sovenir di Daisho (100 Yen Shop). Banyak yang unik-unik Daisho nya, lebih komplit dari Daisho yang ada di Indonesia. Lokasi Daisho ada di Takeshita-Dori di area Harajuku. Selain Daisho, banyak toko-toko yang jual sovenir juga dan jajanan.

Harajuku Station

Selesai juga perjalan hari ke 2. Karena padat nya schedule (terpaksa dipadatkan karena banyak tempat yang akan kami kunjungi), ketika balik ke penginapan sudah jam 11 malam. Kami juga bersih-bersih (karena cuma ada 1 kamar mandi akhirnya antri dan yang paling akhir baru kebagian jam 12an lol) dan setelah itu beristirahat untuk melanjutkan journey besok hari nya.

Continued in Budget Trip Japan - Day 3

No comments:

Post a Comment