01 July 2017

Jalan - Jalan ke Jepang

Japan (https://www.jnto.go.jp/eng/)

Halo teman-teman, kali ini saya mau sharing informasi perjalanan liburan saya dan keluarga ke Jepang (Tokyo, Osaka dan Kyoto) pada tanggal 14 - 23 April 2017 kemarin. Kebetulan baru sempat di tulis di halaman blog ini nih, hehehe... Sebelum sharing perjalanan saya, ada beberapa hal penting yang perlu di ketahui dan persiapkan ketika kita ingin travelling ke Negeri Sakura ini, antara lain:

1. Waktu yang tepat untuk pergi ke Jepang
2. Tiket Pesawat
3. Tempat Penginapan selama di Jepang
4. Visa Jepang
5. Transportasi
6. Uang Jepang
7. Wifi Modem Rental

Nah, saya coba bahas satu-satu yah...

1. Waktu yang tepat untuk pergi ke Jepang
Jepang adalah negara dengan 4 musim (Semi, Panas, Gugur, Dingin). Tentu nya kita perlu menyiasati waktu yang tepat untuk kita pergi ke Negeri Sakura ini. Di Jepang, musim semi (awal Maret - April) dan musim gugur (awal September - November) biasanya merupakan High Season di Jepang. High Season maksudnya adalah waktu dimana suatu negara paling banyak di kunjungi oleh turis mancanegara. Tentu nya ini adalah waktu yang paling tepat untuk berpergian ke Negara ini. Para turis mancanegara datang ke Jepang pada musim semi untuk menikmati keindahan Sakura Blossom dan di musim gugur, dedaunan dengan warna warni (perpaduan dedaunan bewarna merah, kuning dan hijau) yang Indah. Selain itu cuaca tidak terlalu dingin dan tidak panas. Namun dikarenakan periode High Season, tempat-tempat wisata di Jepang sangat ramai akan turis. Harga tiket pesawat dan penginapan juga mahal.

Left: Sakura Blossom (http://wenda.16fan.com), Right: Vivid Hues of Autum Leaves (http://news.softpedia.com)

Sedangkan pada saat musim panas dan musim dingin bisa dikategorikan sebagai Low Season. Kemungkinan hujan yang sangat tinggi pada periode ini bisa merusak liburan teman-teman sekalian dan udara dingin yang menyengat pada saat musim dingin tentu nya berpotensi menjadi suatu kendala bagi teman-teman yang tidak suka cuaca dingin yang ekstrim. Note: Musim Dingin, Khusus prefektur (atau biasa kita kenal dengan sebutan propinsi kalau di Indonesia) Hokkaido merupakan High Season dikarenakan Hokkaido sangat terkenal dengan Ski Resort nya.


2. Tiket Pesawat
Jika teman-teman sekalian adalah budget travellers, maka berburu tiket pesawat low cost adalah salah satu yang wajib untuk dilakukan. Biasanya penerbangan seperti Air Asia sering ada promo tiket murah ke Jepang. Tentu nya sangat sulit berburu tiket promo dikarenakan slot tiket yang sangat terbatas dan belum lagi sulitnya akses web site online untuk pembelian tiket Air Asia (sering time out atau masuk antrian uiy... hehehehe....). Untuk periode low season, teman-teman bisa mendapatkan tiket Pulang-Pergi seharga 1,5 Juta sampai 2,3 Juta Rupiah.. Sedangkan untuk periode High Season, tiket promo Air Asia Pulang - Pergi ke Jepang berkisar antara 3,5 Juta sampai dengan 5 Juta Rupiah. Btw harga ini belum termasuk Asuransi dan Bagasi yah...

Opsi lainnya jika males pantengin promo budget airlines (yang akan saya lakukan next time dikarenakan sebelumnya kami berburu tiket promo Air Asia) adalah beli tiket pada saat Japan Travel Fair. Untuk mengetahui kapan event ini berlangsung, dapat di cek di website Japan National Tourism Organization (JNTO) disini. Waktu itu kami datang ke event ini dan ada teman yang beli tiket pada saat event JNTO, harga nya cukup bersaing dengan budget airlines. Untuk penerbangan sekelas ANA, JAL, SQ dan Garuda Indonesia, harga berkisar antara 4 Juta sampai dengan 8 Juta Rupiah untuk penerbangan Pulang-Pergi. Harga ini tentunya sudah termasuk dengan asuransi dan bagasi lho.. (hmmm dihitung-hitung sih lebih murah dari budget airlines, wkkwkwkwkw...).

Jika teman-teman melakukan penerbangan ke Tokyo, juga harus memilih bandara tujuan antara Narita atau Haneda. Narita lebih jauh dari Tokyo karena letaknya sudah di luar kota Tokyo. Sedangkan kalau Haneda hanya 30-40 menit dari kota Tokyo. Kalau saya sih prefer Haneda, selain menghemat waktu untuk ke pusat kota, Haneda lebih bersahabat bagi traveller menurut saya. Selain banyak gerai toko di Haneda (bahkan turis bisa melakukan shopping traveller di bandara Haneda), bagi night traveller yang sampai di bandara Haneda dan sudah tidak ada transportasi ke kota lagi, tidur di Bandara Haneda juga lebih nyaman lho...


3. Tempat Penginapan Selama di Jepang
Jepang merupakan negara dengan biaya penginapan cukup mahal, bahkan untuk penginapan sekelas hotel berbintang 1 atau 2 sekalipun. Kebetulan karena kami adalah budget traveller, maka kami mengakali penginapan dengan memesan rumah / apartemen di Jepang melalui jasa Airbnb. Teman-teman dapat melakukan registrasi di website Airbnb dan memilih lokasi yang di inginkan. Di Airbnb, kita dapat melakukan filter apakah mau tinggal di properti secara sharing atau private (tidak dengan orang asing lainnya). Tentunya harga berbeda :D.. Waktu itu kami tinggal di properti yang private (karena tidak terbiasa sharing dengan orang lain), dan harga yang di dapatkan lumayan murah, berkisar antara 1,2 Juta sampai dengan 1,5 Juta per malam untuk sharing 7 orang. Jatuhnya murah banget kan, hehehehe... Jenis properti di Airbnb ini umumnya adalah apartemen atau rumah pribadi, sehingga selama kita tinggal tidak ada fasilitas di bersihkan kamar-nya setiap hari dan tidak di sediakan mineral water (air keran di Jepang bisa di minum sih,  tapi sebelumnya harus konfirmasi ke pemiliknya dulu, karena biasanya ada keran air yang cuma untuk mandi dan cuci piring). Dan juga pada jam 7 malam keatas sebaiknya tidak ribut (takutnya dilaporin polisi pula, nanti jadi urusan ribet kan)... Tapi kelebihan tinggal di properti melalui Airbnb ini adalah fasilitas seperti kompor, microwave, mesin cuci, kulkas (jika tersedia), dapat kita gunakan. Oh iya, untuk pemesanan via Airbnb ini, kadang kali ada pemilik properti yang mewajibkan calon penyewa untuk memperkenalkan diri dan menceritakan traveller seperti apa calon penyewa ini (pakai bahasa inggris yah).. Namun jika teman-teman merasa terkendala dengan ini, dapat dilakukan filter opsi instant book (tanpa perlu persetujuan pemilik properti, dapat langsung sewa properti seperti hal nya booking hotel).

Jika teman-teman merasakan agak kurang terbiasa atau kurang nyaman melakukan pemesanan melalui Airbnb, maka website seperti Agoda, Hotel.com, tripadvisor atau lainnya dapat menjadi opsi. Namun saya lebih suka dan terbiasa dengan Airbnb. Hehehehe...


4. Visa Jepang
Untuk pemegang paspor Indonesia, kita diwajibkan untuk melakukan permintaan Visa sebelum ke Negeri Sakura. Apa itu Visa? Visa adalah sebuah rekomendasi dari Kantor Kedutaan Besar negara yang bersangkutan yang di berikan untuk calon turis untuk dapat masuk ke suatu negara yang di tuju. Dalam hal ini, untuk permintaan Visa Jepang dapat dilakukan di Konsulat Kedutaan Besar Jepang (Untuk lokasi dapat di cek disini dikarenakan beda kota beda lokasi, di sesuai kan dengan lokasi tempat tinggal teman-teman sekalian). Untuk mendapatkan Visa, biasanya ada biaya yang harus dibayar, dan biaya untuk mendapatkan Visa untuk tiap-tiap negara itu berbeda. Untuk Visa Jepang, harga nya adalah sebagai berikut: 

Harga Permohonan Visa Jepang (http://www.id.emb-japan.go.jp/visa.html)

Kabar gembira untuk pemegang paspor elektronik (e-Paspor), Pemerintah Jepang memberikan kemudahan untuk permintaan Visa. Bagi pemegang e-Paspor, kita hanya perlu apply Visa Waiver di Konsulat Kedutaan Besar Jepang secara gratis.. tis.. tis... Seru kan kalau sudah punya e-Paspor? Makanya kalau paspor teman-teman sudah mau expired, sebaiknya sih disarankan langsung bikin e-Paspor saja. Memang harganya 2x lipat pasport biasa, namun nantinya (feeling saya, hehehehe) bakal banyak negara yang bisa Visa Waiver (doa-doa aja Eropa atau Amerika, hahahaha ngarep dot com).. Untuk membuat e-Paspor dapat di cek disini.

Syarat-syarat dokumen yang harus dipenuhi untuk melakukan permohonan Visa untuk pemegang paspor biasa, adalah sebagai berikut:
  • Paspor yang masih berlaku minimal 6 bulan pada saat waktu keberangkatan ke Jepang
  • Mengisi Visa Application Form (bisa di download disini)
  • Pas Photo 4,5 cm x 4,5 cm background putih (siapkan saja sebanyak 3-5 lembar)
  • Foto Kopi KTP (siapkan saja sebanyak 2-3 lembar)
  • Foto Kopi Tiket Penerbangan (Pulang - Pergi)
  • Foto Kopi bukti pemesanan hotel / penginapan (Jika menggunakan hotel / sewa apartemen)
  • Informasi alamat tempat menginap (Jika menginap di rumah teman / saudara)
  • Lembar detail itinerary rencana perjalanan selama di Jepang (berikut contoh dari saya, dapat di download disini)
  • Rekening Koran Bank tabungan 3 bulan terakhir
Sedangkan untuk pemegang e-Paspor cukup langsung ke Konsulat Kedutaan Besar Jepang untuk mengisi form Visa Waiver saja, gak perlu ribet seperti diatas, hehehehe... Umumnya untuk permintaan Visa atau Visa Waiver ini ada kemungkinan bisa terjadi kasus untuk waktu proses lebih lama dari waktu biasanya (1-2 hari kerja) menjadi 3-4 hari kerja. Dan jika diperlukan maka akan ada proses interview (tanya jawab).


5. Transportasi
Kendaraan yang umum digunakan adalah bus dan kereta, karena biaya tarif taksi mahal nya kebangetan (sekali waktu itu kami naik taksi hanya tidak sampai 10 menit, tarif nya 5000 Yen)... Perusahaan bus umum nya adalah JR, sedangkan untuk kereta ada beberapa perusahaan yaitu JR, Subway, Metro. 

Untuk teman-teman yang melakukan travel hanya sekitaran Tokyo, untuk menghemat transportasi dapat menggunakan Suica Card atau Passmo (sejenis kartu prabayar seperti eToll atau Flazz kalau di Indonesia yang dapat di beli di terminal Kereta). Kalau di prefektur lain, nama kartunya berbeda lagi, seperti Kitaca (Hokkaido), ICOCA (di Osaka / Kyoto), manaca (Nagoya), Sugoca (Kyushu), nimoca (Nishitetu), Hayakaken (Fukuoka). Namun kartu-kartu tersebut dapat dipakai di seluruh Jepang kok.. Kartu ini berlaku untuk naik kereta (JR, Subway, atau Metro) di seluruh stasiun kereta (kecuali Shinkansen), dan juga untuk sebagian besar bus di seluruh prefektur Jepang (khusus untuk bus harus di cek di kota yang dikunjungi, karena ada beberapa bus seperti di Kyoto yang tidak menerima pembayaran via kartu). Kelebihan kartu ini selain menghemat waktu untuk beli karcis manual di mesin tiket dan antri beli nya, dapat juga dipakai di gerai toko 7/11 lho, hehehe.... Sebagai informasi tambahan, jika kredit dalam kartu sudah mau habis, maka hanya dapat di top up di prefektur tempat beli kartu tersebut yah. Dan juga ketika pembelian kartu, ada deposit sebesar 500 Yen (ketika membeli kartu, sudah bayar dengan deposit nya). Dan deposit sebesar 500 Yen hanya dapat diambil ketika kartu dikembalikan (lagi lagi hanya dapat di kembalikan di prefektur tempat kita membeli kartu tersebut).

Japan Transportation Card (http://www.jreast.co.jp)

Sedangkan untuk teman-teman yang berencana untuk pindah-pindah prefektur ataupun melakukan daily excursion menggunakan Shinkansen, dapat menggunakan pass khusus yang mengcover Shinkansen sehingga perjalanan menjadi lebih hemat. Beberapa Pass Khusus berlaku untuk Kereta, Shinkansen dan Bus, namun yang paling umum adalah Pass yang dikeluarkan oleh perusahaan JR (hanya berlaku untuk transportasi perusahaan milik JR saja). Jadi sebelum memilih mode transportasi, ada baiknya untuk mengecek apakah jenis kereta atau bus yang di naikin sudah di cover oleh Pass Khusus JR atau belum. Untuk JR Pass ini dapat di beli lebih dulu di kota tempat teman-teman tinggal (saran saya sih beli di JTB atau HIS Travel) dan kemudian nantinya tinggal di ambil dan aktifasi (harus di aktifasi yah) di Jepang ketika sudah tiba disana. Contoh Japan Pass yang versi lengkap (JR Pass) dan dapat digunakan di seluruh Jepang jika sudah diaktifasi, maka akan diberikan pass seperti gambar dibawah ini. Teman-teman tinggal menunjukkan Pass ini ke petugas ketika akan naik Kereta / Shinkansen / Bus perusahaan JR.

Contoh JR Pass yang sudah diaktifasi di Jepang

Ada beberapa jenis Pass dan harga nya berbeda-beda. Jenis pass yang dapat dibeli oleh teman-teman tergantung lokasi prefektur yang ingin di kunjungi. Jika ternyata prefektur yang di kunjungi bervariasi dan tidak di cover oleh 1 jenis Pass, maka saya sarankan membeli JR Pass saja. Namun jika jenis pass yang ingin dibeli oleh teman-teman sudah tercover oleh 1 jenis pass, maka beli saja jenis pass tersebut. Detail region dapat di cek di gambar dibawah ini.

JR Region Pass

Untuk detail kelebihan Pass Khusus dapat di cek disini


6. Uang Jepang
Mata uang negara Jepang adalah Yen. Kurs 1 Yen ketika saya pergi travelling ke Jepang pada tanggal 14 - 23 April 2017 adalah 121 Rupiah. Harga kurs tentunya fluktuatif tergantung kondisi ekonomi. Disarankan sebelum ke Jepang, teman-teman sebaiknya melakukan pembelian Yen terlebih dahulu, karena jika melakukan penukaran di sana, rate yang didapatkan sangat jelek (rugi).. Dan sebaiknya di perkirakan berapa budget yang akan di gunakan disana untuk akomodasi dan shopping, karena Jepang bukan merupakan negara yang friendly dengan kartu kredit. Kartu kredit kita yang jenis VISA / Master sangat sulit sekali digunakan disana. Konon katanya hanya ATM di 7/11 yang bisa digunakan untuk menarik Yen dengan menggunakan kartu debit BCA yang memiliki logo VISA / Master (belum dicoba sih, hehehehe...).

Jenis Yen ada uang kertas dan logam. Untuk pecahan uang kertas adalah bervariasi dimulai dari 10.000, 5.000, 2.000 dan 1.000 Yen. Sedangkan untuk pecahan uang logam adalah 500, 100, 50, 10, 5, dan 1 Yen. Jika melakukan pembelian di Indonesia, kebanyakan money changer hanya menyediakan pecahan 10.000 Yen. Sangat langka money changer memiliki pecahan 5.000 atau 1.000, jadi jangan kaget kalau untuk melakukan pembelian harus genap di puluhan ribu.


Japan Yen

 
7. Wifi Modem Rental
Ini penting sekali, karena begitu kalian mendarat di Jepang, untuk mencari info kereta dan lokasi tempat menginap di perlukan akses internet. Kalau menggunakan data roaming kartu selular Indonesia, akan mahal sekali biayanya. Jadi pastikan sebelum ke Jepang sebaiknya sudah rental Wifi Modem. Untuk rental dapat ke JTB atau HIS Travel (2 ini merupakan agent resmi dari Jepang) ataupun ke travel agent lainnya sesuai selera. Bahkan biasanya ada paketan kalau membeli JR Pass sebanyak x tiket, maka akan gratis modem dipinjamkan. Kebetulan saya waktu itu beli di JTB, untuk setiap pembelian 4 tiket JR Pass maka akan gratis dipinjamkan 1 modem Wifi untuk periode 10 hari dengan kuota unlimited usage.

So sudah siap untuk berangkat ke Jepang? Let's Go.....

Coming Soon - Sharing Perjalanan ke Jepang 14 - 23 April 2017.

No comments:

Post a Comment